Gunungkidul,gugat.id -Sebanyak 30 Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) Kabupaten Gunungkidul mengikuti pelatihan memulai eksport produk di Hotel Santika Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen Senin ( 19/02/2024 ). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pusat Pelatihan Sumber daya Manusia Exspor dan Jasa Perdagangan, Kementrian Perdagangan ( PPEJP ).
Dikatakan oleh Kelik Yuniantoro, selaku Kepala Dinas Perdagangan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk menumbuh kembangkan UMKM di Gunungkidul melalui bidang exspor. Selama 3 hari peserta akan diberikan pembekalan tentang bagaimana cara memulai exspor produk mereka ke luar negeri.
” Pelatihan ini tentunya akan membuka peluang exspor bagi UMKM di Gunungkidul, Peserta yang mengikuti pelatihan sebagian besar berasal dari usaha kerajinan tangan ( hand craft ) dan UMKM yang bergerak di sektor kuliner,” ujar Kelik.

Lebih lanjut Kelik Yuniantoro mengatakan beberapa UMKM di Gunungkidul sudah masuk ke dalam daftar exspor. Namun demikian, mereka masih menggunakan pihak ketiga untuk mengirimkan produk ke luar negeri. Sehingga dengan adanya pelatihan ini, wawasan para pelaku UMKM tentang exspor akan terbuka.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan SDM Exspor dan Jasa Kementerian Perdagangan Sugih Rahmansyah berharap dengan adanya pelatihan ini para pelaku UMKM dapat meningkatkan pengetahuan dibidang exspor. Sehingga nantinya akan mampu melakukan presentasi produk di pasar exspor.
“Ini pelatihan pertama UMKM akan kita berikan pemahaman yang basic, tentang analisa, mencari buyer dan ini akan menambah pengetahuan bagi mereka,”ucap Sugih Rahmansyah.
Sugih menambahkan jika pelatihan ini merupakan bentuk dukungan dari Kementerian Perdagangan untuk pelaku UMKM supaya dapat meningkatkan pengetahuan dibidang exspor, sehingga mereka akan dapat mengekspor produk Gunungkidul ke pasar global.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta yang turut hadir dalam pelatihan itu mengatakan bahwa UMKM Gunungkidul masih banyak kelemahan diantaranya dibidang promosi dan bahasa. Menyikapi hal itu, Bupati Sunaryanta mendorong Dinas Perdagangan untuk menggelar pelatihan bahasa.
“Ini merupakan bentuk pendamping yang nyata untuk mengetahui kelemahan kita dalam dunia exspor, saya berharap pelatihan ini diikuti sebaik mungkin,” tegas Bupati Sunaryanta.
(Redaksi/hmwn)