Kelompok Ternak Senung Makmur Lestari, Dorong Perekonomian Warga |

Kelompok Ternak Senung Makmur Lestari, Dorong Perekonomian Warga

By

Gunungkidul, gugat.id – Kelompok Ternak Independen Senung Makmur Lestari (SML) terus menunjukkan eksistensinya dalam membantu perekonomian warga Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Bekerja sama dengan para investor dari Jabodetabek hingga luar negeri, kelompok ini menghadirkan sistem pemeliharaan ternak (penggaduhan) bagi warga yang ingin beternak tanpa harus membeli hewan ternak.

Lurah Pilangrejo, Sunaryo, menyambut baik inisiatif ini karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem bagi hasil.

“Sehubungan dengan pendapatan warga terkait rupiah yang dihasilkan dari sistem bagi hasil tersebut, nanti anakan kambing hasil gaduh itu bisa dijual belikan bersama kelompok ternak sendiri. Dari situ pengelola serta investor tidak akan meminta dari hasil rupiah tersebut dan sepenuhnya milik penggaduh/perawat tadinya,” ujar Sunaryo, Rabu (19/2/2025).

Ketua Kelompok Ternak SML, Ferry Hermawan, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari semangat untuk menjalin silaturahmi dengan warga perantau sekaligus membangun ekonomi desa.

“Gagasan ini muncul dengan adanya pemikiran warga yang ingin bersama-sama membangun perekonomian warga masyarakat dan salah satunya dengan membangun Kelompok Ternak Senung Makmur Lestari ini,” terangnya.

Sejak berdiri, kelompok ternak ini telah menarik perhatian banyak investor, termasuk dari luar negeri seperti London. Salah satu investor utama adalah Slamet Sutikno, mantan anggota dewan asal Karangmojo yang kini tinggal di Tangerang Kota. Ia secara aktif mendukung kelompok ini dengan menitipkan banyak kambing untuk digaduhkan kepada warga.

“Pada intinya dengan kami berinvestasi kambing di Kelompok Ternak SML guna ikut serta dan membantu kesejahteraan juga perekonomian warga masyarakat untuk hidup makmur,” kata Slamet Sutikno saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Salah satu warga penggaduh, Wagino, mengaku sudah merasakan manfaat dari program ini. Ia mulai menggaduh seekor kambing bernama “Watu Gede” sejak 8 Agustus 2024, yang kini sudah beranak dua ekor.

Baca juga: https://www.gugat.id/menapak-jejak-sejarah-pemda-diy-gelar-ziarah-peringatan-hari-jadi-ke-270/

“Mulai 8 Agustus 2024 sampai sekarang dan Alhamdulillah sudah beranak 2. Untuk kedepannya dari sistem bagi hasil 1 anak kambing sendiri akan tetap dirawat sampai besar,” ujarnya.

Saat ini, Kelompok Ternak SML masih membuka peluang bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam sistem penggaduhan kambing. Dengan semakin banyaknya investor, diharapkan kesejahteraan warga akan semakin meningkat dan perekonomian desa dapat terus berkembang.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!