SURAKARTA, gugat.id – Universitas Widya Mataram (UWM) melalui Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) mendampingi Kelompok Usaha Bersama (Kube) Kamboja di Kalurahan Banjarsari, Surakarta, untuk mendorong terwujudnya wisata religi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (28/8) dengan melibatkan dosen lintas program studi UWM, di antaranya Iva Mindayani ST, MT, Nisfatul Izzah SE, MA, serta Dr. Oktiva Anggraini SIP, SPd, MSi.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Lurah Banjarsari Endang Wahyuni SE, MM, serta perwakilan tokoh masyarakat Drs. Pardoyo. Dr. Oktiva Anggraini menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki mandat untuk berperan aktif dalam proses pemberdayaan masyarakat. “Perguruan tinggi diharapkan mampu melakukan intervensi sosial berbasis riset dan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang berorientasi pada potensi lokal,” ujarnya.
Kube Kamboja yang menjadi mitra program beranggotakan para wirausaha perempuan pemula. Letaknya yang berdekatan dengan TPU Bonoloyo, makam terbesar di Pulau Jawa, membuka peluang besar dalam pengembangan wisata religi. “Peluang ini berupa antara lain, kebutuhan cindera mata khas kearifan lokal yang dinantikan wisatawan maupun peziarah,” tutur Oktiva.
Melalui program PMP, tim UWM mendorong diversifikasi produk cinderamata, pengemasan, sekaligus strategi promosi. “Melalui kegiatan pelatihan keterampilan, edukasi kewirausahaan, peningkatan literasi keuangan, serta pembentukan komunitas perempuan yang produktif, kampus dapat menjadi katalisator perubahan sosial di Kalurahan Banjarsari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, program ini juga bertujuan memutus rantai budaya mengemis yang masih dijumpai di sekitar kawasan tersebut. “Intervensi berbasis pemberdayaan perempuan diharapkan mampu menciptakan transformasi sosial yang berkelanjutan, mengingat perempuan memiliki peran sentral dalam struktur keluarga dan masyarakat,” tegas Oktiva.
Kegiatan yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini berfokus pada penguatan kelembagaan Kube Kamboja. Harapannya, kelompok ini ke depan mampu membangun jejaring bisnis yang efisien, optimal, serta tangguh dalam menghadapi persaingan produk wisata serupa.
Baca juga: https://www.gugat.id/pengabmas-dosen-uwm-tingkatkan-keberlanjutan-usaha-pangan-lokal/
“PMP ini selaras dengan tujuan SDGs no. 5 dan 8, mendorong kesetaraan gender dan dapat memberikan peluang pekerjaan bagi ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pekerjaan sehingga sektor perekonomian tumbuh dan berkelanjutan,” tambah Oktiva.
Ia menutup dengan harapan agar program tersebut membawa dampak nyata bagi masyarakat. “Anggota Kube Kamboja yang minim akses pelatihan, berkesempatan mendapat penguatan kelembagaan melalui PMP. Program ini sesuai Fokus RIRN dan fokus masalah pangan dan sosial humaniora,” pungkasnya.
Kegiatan pengabdian ini akan berlanjut dengan praktik, pendampingan, dan monitoring selama tiga bulan penuh.
(Redaksi)