Dari Arena Judi ke Aksi Anarkis: Tawuran Pemuda Hanguskan Rumah Warga di Besitaek Malaka, NTT |

Dari Arena Judi ke Aksi Anarkis: Tawuran Pemuda Hanguskan Rumah Warga di Besitaek Malaka, NTT

By

Malaka, gugat.id – Aksi tawuran antar pemuda yang berujung pada pembakaran rumah warga dan perusakan kendaraan terjadi di Pasar Tradisional Besitaek, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Rabu (31/12/2025). Kerusuhan yang menutup akhir tahun 2025 ini diduga kuat dipicu oleh praktik perjudian sabung ayam dan bola guling yang berlangsung terbuka di area pasar.


Peristiwa kekerasan tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Pantauan media di lokasi menunjukkan satu unit rumah warga hangus terbakar, satu unit sepeda motor ludes dilalap api di tengah jalan, serta satu unit mobil dump truck mengalami kerusakan parah setelah kaca samping kanannya pecah akibat lemparan batu.


Sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa praktik perjudian sabung ayam dan bola guling di Pasar Besitaek maupun Pasar Wanibesak telah berlangsung lama dan kerap memicu gesekan antar kelompok pemuda. Namun, aktivitas ilegal itu disebut-sebut dibiarkan tanpa penindakan tegas dari aparat.
“Ini bukan kejadian pertama. Judi sabung ayam dan bola guling sudah sering terjadi di pasar. Kami heran kenapa seolah dibiarkan sampai akhirnya meledak jadi tawuran,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Menurut warga, keributan bermula dari arena judi sebelum meluas menjadi tawuran terbuka antar pemuda dari wilayah Besitaek dan Wanibesak, Kecamatan Wewiku, hingga berujung pada aksi pembakaran dan perusakan fasilitas milik warga yang tidak terlibat konflik. Salah satu korban, Paulus, warga Besitaek, mengaku sama sekali tidak mengetahui persoalan awal yang memicu kerusuhan tersebut. Kami tidak tahu menahu masalahnya apa. Kejadiannya di pasar, tapi rumah warga dibakar dan mobil saya dilempari batu sampai kaca samping kanan pecah,” ungkapnya.


Paulus juga mengaku tidak mengetahui siapa pemilik sepeda motor yang terbakar di tengah jalan saat kerusuhan berlangsung. Ia menegaskan bahwa warga sekitar justru menjadi korban atas konflik yang bukan berasal dari lingkungan mereka. Ia pun mendesak aparat kepolisian, khususnya Polsek Weliman dan Polres Malaka, untuk bertindak tegas dan profesional. “Kami minta kasus ini ditangani serius. Pelaku pembakaran dan perusakan harus bertanggung jawab,” tegasnya.


Fakta bahwa praktik judi sabung ayam dan bola guling dapat berlangsung secara terbuka di ruang publik memunculkan pertanyaan serius dari masyarakat terhadap kinerja aparat kepolisian, khususnya Kapolsek Weliman dan Kapolsek Wewiku.


Warga mempertanyakan mengapa aktivitas perjudian yang jelas dilarang oleh hukum bisa terjadi berulang kali di pasar tradisional tanpa penindakan berarti, bahkan disebut kerap berlangsung pada hari pasar tertentu.
Kalau judi ini tidak dibiarkan, mungkin tidak akan sampai rumah orang dibakar. Ini kelalaian serius,” ujar warga lainnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait alasan tidak ditindaknya aktivitas perjudian tersebut, maupun langkah konkret pencegahan yang dilakukan sebelum konflik pecah.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil cukup besar dan dirasakan langsung oleh warga yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik.


Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya menangkap pelaku tawuran, tetapi juga membongkar dan menghentikan praktik perjudian yang diduga menjadi akar persoalan, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan warga tidak lagi menjadi korban pembiaran.

(Red/djan)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!