Tegal, Gugat.id – Rest Area KM 287 A di ruas Tol Pejagan–Pemalang menjadi salah satu titik persinggahan penting bagi para pemudik yang melintasi jalur tol tersebut. Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pengelola memastikan berbagai fasilitas telah disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara yang beristirahat selama perjalanan jauh
Pengelola Rest Area KM 287 A, Anis Semiarto, mengatakan pelayanan bagi pengunjung terus diupayakan secara maksimal. Menurutnya, sebagai fasilitas umum yang digunakan banyak orang, pengelola harus memastikan seluruh sarana tetap berfungsi dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi pemudik.
“Kami mengupayakan pelayanan semaksimal mungkin. Kebetulan toilet di sini juga banyak mendapat ulasan positif karena dinilai bersih. Air di tempat kami juga tidak pernah kekurangan karena kami memiliki lima titik sumur,” ujar Anis.
Ia menambahkan, dengan dukungan sumber air yang memadai, rest area tersebut mampu menampung banyak pengunjung sekalipun saat terjadi lonjakan pemudik. Konsep kawasan yang mengusung identitas “Foresta” juga mendorong pengelola untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan rest area.

Selain fasilitas dasar seperti area parkir dan toilet, rest area ini juga dilengkapi berbagai tenant yang melayani kebutuhan pemudik. Di antaranya tenant UMKM, tenant merek nasional, hingga tenant lokal. Tersedia pula Pertashop serta fasilitas pengisian daya kendaraan listrik atau ultra fast charging bagi pengguna mobil listrik.
“Fasilitas di area ini cukup lengkap. Ada tenant UMKM, tenant branding nasional maupun lokal, Pertashop, tempat pengisian mobil listrik, musala, dan saat ini juga sedang dibangun masjid yang diperkirakan selesai dalam dua bulan ke depan,” jelas Anis. Ia menyebutkan masjid tersebut merupakan bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan diharapkan dapat menambah kenyamanan pemudik yang singgah.
Sementara itu, salah seorang pemudik bernama Bryan memanfaatkan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di rest area tersebut saat melakukan perjalanan dari Tangerang menuju Surabaya. Ia menilai infrastruktur yang tersedia cukup memadai untuk mendukung perjalanan kendaraan listrik jarak jauh.
“Saya dari Tangerang menuju Surabaya menggunakan mobil listrik. Di sini infrastrukturnya cukup baik karena tersedia ultra fast charging hingga 180 kilowatt, dan saat saya mengisi daya tadi sudah mencapai sekitar 132 kilowatt,” kata Bryan.
Bryan juga menceritakan kondisi perjalanan yang ia tempuh sejak berangkat sekitar pukul 10.00 WIB. Menurutnya, pada awal perjalanan arus kendaraan sempat tersendat karena banyaknya mobil pribadi dan truk di jalan. Namun setelah melewati beberapa ruas tol, kondisi lalu lintas kembali lancar hingga ia berhenti di Rest Area KM 287 A untuk beristirahat sekaligus mengisi daya kendaraan.
Pewarta : Iqbal Latief