Dr Mukhijab, MA : Kembalikan Peran Pemodal Media Sebagai Pandulum Demokrasi |

Dr Mukhijab, MA : Kembalikan Peran Pemodal Media Sebagai Pandulum Demokrasi

By

Yogyakarta, gugat.id – Ekspansi pemodal dan pemilik media ke arena politik dan kegiatan politik praktisnya cenderung mengancam independensi media dan menciderai demokrasi karena mereka melakukan predatori demokrasi.

Mengembalikan peran pemilik media sebagai penjaga independensi media merupakan tantangan bagi media dan jurnalisme di Indonesia”, kata Ketua Program Studi Sosiolog Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram (Fisipol UWM) Dr Mukhijab, MA.

Pendapat tersebut disampaikan pada orasi ilmiah dengan tajuk ” Kuasa Pemilik Media Dalam Menarasikan Demokrasi” pada Rapat Senat Terbuka sebagai puncak rangkaian acara Dies Natalis yang ke-42 Universitas Widya Mataram (UWM) di Pendopo Agung Mangkubumen, Yogyakarta, Senin (07/10/2024)

Acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, para alumni, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Dalam perayaan yang khidmat ini, Dies Natalis UWM ke-42 mengusung tema “Mengembangkan Budaya Akademik Menuju Kampus Unggul,” sebagai komitmen untuk terus maju dan berkembang di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.

Mukhijab menyatakan bentuk predatori demokrasi mencakup homogenisasi aspirasi publik, mengubah konsep publik dalam demokrasi menjadi konsep privat, dan membajak ruang publik menjadi ruang personal.
Predatori itu mempesempit tercapainya tiga prinsip demokrasi substansial yaitu transparansi, publisitas, dan akuntabilitas.

“Di bawah kontrol pemodal, media memanipulasi peristiwa praktik-praktik predatori politik, praktik manipulasi kompetisi politik,” kata dia.

Menurutnya peran media yang ideal menetralisasi pengaruh politik dan kekuasaan, tetapi yang terjadi media berfungsi menjadi apparatus pelaksana mandat ekonomi-politik dan kanalisasi politik pemilik modal
Kondisi itu menunjukkan, ekspansi pemilik media ke arena politik tidak sekedar proses normatif terjadinya paralelisme politik dan politisasi media.

Manipulasi metode berpolitiknya menciptakan regresi demokrasi, yang berakar dari langkah mereka pembajak fungsi dan peran media,”imbuhnya .

Dia mengusulkan, peran pemilik media sebagai penjaga independensi media dan pendulum demokrasi perlu dikembalikan.
Menurutnya, terdapat tantangan serius untuk merealisasikan gagasan itu karena sebagian pemilik media yang berpolitik praktis karir politiknya mulai merosot sebagai akibat menurunnya pangsa pasar bisnis media di tengah era disrupsi digital yang mengarusutamakan peran media sosial,
Sebagian pemodal media besar masih berpolitik praktis, didukung bisnis media multiplatform mereka. Mendorong pemodal besar untuk kembali ke jati diri sebagai penegak independensi dan medianya menjadi pandahulum demokrasi sangat mendesak.

” Masalahnya para para pemilik media besar masih berpolitik itu tengah tenggelam pusaran politik. Karena dahsyatnya pusaran politik yang menerpanya, mereka amnesia dengan jati diri sebagai penjaga independensi media dan pendulum demokrasi. Terapi okupasi nilai-nilai demokrasi tidak menyembuhkan sindrom politik mereka karena predatori demokrasi menjadi habitus baru para pemilik media,” kata Mukhijab.

(redaksi)

Sumber: Dr Mukhijab, MA

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!