Surakarta, gugat.id -Sebagai usaha jejaring tingkat Internasional ISI Surakarta menggelar kuliah umum, kegiatan akademis ini di adakan Mini Cinema, Gedung Laboratorium Terpadu Multimatra SBSN ISI Surakarta, Kampus II Mojosongo.
Kuliah umum menjadi lebih santai dimana mahaswa bertanya dalam bahasa Jepang maupun bahasa Inggris. Ditambah Prof. Fukuda Takamasa, Ph.D yang menjawab beberapa pertanyaan dengan bahasa Indonesia, tentunya dengan dialek Jepang yang menjadikan sesi ini terlihat cair dan mengundang tawa.
Tampak mahasiswa yang hadir mayoritas dari FSRD ISI Surakarta ini terlihat sangat antusias mengikuti pemaparan narasumber yang berasal dari Jepang, yakni Prof. Fukuda Takamasa, Ph.D dari Yamaguchi University dan Prof. Sasaki Tsulasa, Ph.D dari Hokkaido University of Education.

Pembukaan kegiatan ini diawali sekaligus pemaparan dari Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar,. M.Hum selaku Rektor ISI Surakarta mengenai sejarah dan prospek pengembangan di masa depan ISI Surakarta. Jum’at ( 04/10/24)
Kuliah Umum yang mengangkat tema Art Education and The Formation of Culture in Indonesia ini tampak diminati mahasiswa, dimana semua tempat duduk di Mini Cinema terlihat penuh yang berkapasitas 80 tempat duduk.
Prof. Fukuda Takamasa, Ph.D dari Yamaguchi University memaparkan potensi pendidikan seni sangat penting dan dikembangkan kedepannya dengan menjelaskan beberapa contoh karya seni.
Sedangkan Prof. Sasaki Tsulasa, Ph.D dari Hokkaido University of Education memaparkan hasil riset yang sudah dilakukan terkait pendidikan seni.
Kuliah umum yang diinisiasi oleh FSRD ISI Surakarta ini diadakan juga penandatanganan kerjasama sebagai payung untuk berjejaring antara Yamaguchi University, Jepang dan Hokkaido University of Education, Jepang dengan ISI Surakarta.
“Kegiatan ini sangat diperlukan selain untuk menambah pengetahuan dan wawasan, serta untuk bekerjasama di bidang Tridharma perguruan tinggi kedepannya” jelas Ahmad Fajar Ariyanto, M.Sn selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSRD ISI Surakarta
(Redaksi)