GUNUNGKIDUL, gugat.id – Kompleks Budaya Sewokoprojo Wonosari menjadi saksi semaraknya Pameran Seni Gambar Serentak bertajuk “Timbang Rasa” yang digelar pada 24–31 Mei 2025. Pameran ini diikuti oleh 300 seniman dari 50 komunitas, sanggar, studio, hingga kolektif dari seluruh DIY serta berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional menggambar bersama yang digagas Forum Jogja Menggambar dan Forum Drawing Gunungkidul. Perwakilan Forum Jogja Menggambar, EdoPop, menyebut pameran ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan sejak 2022.

“Pameran ini adalah pameran yang ke-4 kali yang diperkenalkan oleh Forum Jogja Menggambar, pertama kali pameran di tahun 2022 sekaligus kita 25 komunitas untuk mendeklarasikan bulan menggambar se-Indonesia,” ungkap EdoPop.
Menurutnya, saat ini sudah ada 250 komunitas menggambar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan semuanya mendukung penetapan bulan Mei sebagai bulan menggambar.
“Mengapa seluruh rekan-rekan 250 komunitas menggambar ingin dalam bulan menggambar diselenggarakan pameran, karena dengan adanya pameran diharapkan dapat mengumpulkan masyarakat dan berkomunikasi satu dengan yang lain bahkan lintas generasi,” jelasnya.

Edo berharap, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pamer karya, namun juga ruang bertukar gagasan dan memperkuat nilai kebersamaan.
“Dan kita tahun ini kita mengambil tema Menggambar Indonesia, dan kita berharap dan mengajak semua generasi untuk bersama-sama kita rayakan hari menggambar ini,” tandasnya.
Ketua panitia penyelenggara, Cristian Lembu, mengungkapkan harapan agar kegiatan ini menjadi proyek percontohan yang bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia.
“Harapannya kita untuk satu titik bisa berkumpul 250 komunitas se-Indonesia,” ujarnya.
Pameran dibuka secara unik oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang turut menggambar simbolis di atas kanvas bersama para seniman. Dalam sambutannya, Bupati Endah mengaku kagum dengan talenta seniman lokal Gunungkidul.

“Ternyata luar biasa para Seniman Gunungkidul, ini tadi perfomnya Bung Joong yang menggambar dengan penutup mata saya gak nyangka ternyata gambarnya dibalik,” ujar Endah sambil tertawa.
Baca juga: https://www.gugat.id/gunungkidul-semarakkan-kejurkab-drumband-1-000-lebih-atlet-ambil-bagian/
Ia mengapresiasi potensi besar yang dimiliki seniman Gunungkidul dan menilai banyak dari mereka yang justru lebih dikenal di luar daerah.
“Eksisnya mungkin malah di luar Gunungkidul dan kami merasa bangga hari ini karya para anak-anak Seniman Kabupaten Gunungkidul ternyata tidak kalah dengan legend yang lain dan hanya tinggal diasah,” ucapnya.
Bupati pun mengajak masyarakat untuk datang menyaksikan pameran ini yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB di kompleks budaya Sewokoprojo, Wonosari.
(Redaksi)