Pemalang, Gugat.id – Kehadiran Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membawa suasana hangat bagi ribuan buruh. Dalam peresmian beroperasinya kembali PT Akarsa Garment Indonesia, Jumat (19/12/2025), Wakapolri turut membagikan paket sembako sebagai bentuk perhatian Polri terhadap para pekerja sektor industri.
Aksi berbagi tersebut menjadi simbol kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya buruh yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Wakapolri menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
“Ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi momentum untuk menumbuhkan kembali optimisme para pekerja agar bisa menata masa depan yang lebih baik bersama keluarga,” ujar Wakapolri di sela kegiatan.
Ia menambahkan, sektor ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Menurutnya, produktivitas ekonomi dan stabilitas sosial sangat bergantung pada kondisi para pekerja yang sejahtera, terlebih di tengah tantangan industri yang semakin dinamis.
“Belakangan ini tantangan yang dihadapi pekerja dan pelaku industri semakin kompleks, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak untuk menjaganya tetap kuat,” ungkap Wakapolri.

Dalam kesempatan itu, Wakapolri juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku industri dan masyarakat yang terus bersinergi dengan Polri. Ia menilai kolaborasi tersebut berhasil menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif sehingga lapangan kerja di berbagai daerah dapat terus tumbuh. “Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terbangun, karena dampaknya sangat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, PT Akarsa Garment Indonesia secara resmi mengaktifkan kembali pabriknya di Jalan Lingkar Luar Pemalang, Desa Kabunan, Kecamatan Taman, pada Jumat (19/12/2025). Pabrik yang sebelumnya tidak beroperasi kini kembali berjalan setelah melalui proses revitalisasi menyeluruh.
Direktur PT Akarsa Garment Indonesia, Alfindra Amanda, menjelaskan bahwa pabrik seluas sekitar 1,5 hektare tersebut telah dilengkapi mess karyawan dan sekitar 900 unit mesin produksi. “Revitalisasi ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali lapangan kerja sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar,” jelasnya.
Ia menambahkan, perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dengan UMKM tekstil lokal, mulai dari penyedia bahan hingga jasa pendukung produksi. Menurut Alfindra, ketersediaan lapangan kerja menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat. “Hari ini bukan sekadar kunjungan, ini adalah tanda bahwa kehidupan pabrik dan ribuan keluarga kembali berjalan,” tutupnya.
Pewarta: R.Latief