Tegal, Gugat.id – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kesiapsiagaan di ruas Tol Pejagan–Pemalang semakin dimatangkan. Melalui apel gelar pasukan pengamanan arus mudik dan arus balik, berbagai unsur mulai dari pengelola jalan tol, kepolisian hingga tim kesehatan disatukan dalam satu komando pengamanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan jutaan pemudik yang melintas di jalur strategis Pantura tersebut berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Direktur PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR), Tri Yuharlina, menegaskan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak jauh hari. Mulai dari pembenahan infrastruktur hingga penguatan koordinasi antarinstansi. Menurutnya, seluruh persiapan ini dilakukan agar pelayanan kepada pengguna jalan tol selama masa mudik dapat berjalan maksimal.
“Persiapan dari infrastruktur sudah kami lakukan melalui berbagai perbaikan. Bersama tim PLL, kami siap membantu pengguna jalan apabila mengalami kendala di jalan tol,” ujar Tri Yuharlina.

Selain pembenahan infrastruktur, pengelolaan arus lalu lintas juga menjadi perhatian utama. Pengelola tol bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan keamanan dan keselamatan pemudik selama perjalanan. Berbagai potensi kerawanan di jalur tol juga telah diantisipasi agar tidak menimbulkan gangguan saat volume kendaraan meningkat.
“Kami bekerja sama dengan kepolisian dengan mengutamakan keamanan pengguna jalan serta keselamatan bersama. Semua potensi kerawanan sudah kami antisipasi dan ditutup, sehingga diharapkan tidak ada lagi titik rawan di sepanjang ruas tol,” tambahnya.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Pada periode tersebut, jumlah kendaraan yang melintas di Tol Pejagan–Pemalang diperkirakan mencapai sekitar 1.173.000 kendaraan, atau meningkat 1,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan volume kendaraan ini tentu membutuhkan strategi pengaturan lalu lintas yang matang.
Untuk mengantisipasi antrean di gerbang tol, pengelola telah menyiapkan sistem buka-tutup serta penambahan gardu transaksi apabila terjadi lonjakan kendaraan. Sementara itu, pengaturan juga dilakukan di kawasan rest area agar tidak terjadi penumpukan pemudik yang beristirahat terlalu lama.
“Jika kendaraan meningkat, kami akan menambah gerbang tol yang digunakan. Untuk rest area, kami juga mendorong sistem makanan take away agar pemudik tidak terlalu lama berada di dalam area istirahat,” jelas Tri Yuharlina.
Di ruas Tol Pejagan–Pemalang sendiri terdapat enam rest area, masing-masing tiga di Jalur A dan tiga di Jalur B, yang disiapkan untuk menampung kebutuhan pemudik. Seluruh fasilitas tersebut dipastikan siap digunakan selama masa mudik.
Tak hanya itu, rekayasa lalu lintas juga telah dipersiapkan bersama kepolisian, termasuk rencana pemberlakuan one way pada 17 Maret 2026. Apel gelar pasukan ini diharapkan menjadi momentum penguatan koordinasi antarinstansi agar seluruh pihak dapat bekerja secara terintegrasi.
“Apel ini menjadi bukti bahwa kita tidak bekerja sendiri-sendiri. Ada kepolisian, kesehatan, dan berbagai pihak lain yang saling berintegrasi agar mudik Lebaran tahun ini bisa berjalan sukses, aman, dan lancar,” pungkasnya.
Pewarta : R.Latief