Madiun, Gugat.id – Semaan merupakan suatu tradisi masyarakat khususnya di Jawa, dengan melantunkan ayat suci Al-Qur’an supaya disimak dan didengar oleh orang yang berada di sekitar.
Biasanya Semaan Qur’an menjadi kegiatan turun temurun dari Pondok Pesantren (Ponpes), serta tradisi ini cukup lekat bagi kalangan masyarakat muslim khususnya di kalangan warga Nahdlotul Ulama (NU)
Semaan Qur’an dapat menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, Semaaan Qur’an juga bermanfaat bagi para Huffadz (penghafal Al-Qur’an), untuk menjaga dan memperkuat ingatan hafalan Qur’annya.
Belum lama ini Pemerintah Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun(4/7/2026) mengadakan semaan rutin Al Qur’an Binnadhor dengan mendatangkan jamaah Al Aqso dari jamaah masjid sekitar Desa Dolopo yang dipimpin oleh Gus Farid Fatoni. Acara tersebut, dihadiri oleh kurang lebih seratus jamaah Yasin lingkungan, seluruh perangkat desa dan BPD.
Kyai Haji Jarkoni dari Pondok Pesantren Darul Muthakim Dolopo dalam kata sambutannya mengatakan, dengan adanya rutinan semaan Al Qur’an Binnadhor ini, selain sebagai pelestarian gemar membaca Al-Qur’an juga sebagai jembatan masyarakat yang ingin mengirim doa untuk leluhur yang sudah tiada.
“Semaan ini tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan doa kirim leluhur oleh masyarakat sekitar. Lalu, dari kirim doa leluhur yang disertai infaq tersebut bisa memberikan pemasukan untuk kas majelis semaan” ujarnya.
Lebih lanjut, dengan .acara ini diharapkan dapat menciptakan kedamaian antar masyarakat sekitar lingkungan desa sekitar. Kepala Desa Dolopo Sayekti (21/7) juga berharap semoga dengan adanya Semaan Al Qur’an lingkungan sekitar desa Dolopo tercipta kedamaian, kondusivitas, dan ayem tentram.
(Baa)