TEGAL, Gugat.id – Prestasi membanggakan ditorehkan Rania Khanzaa Arfiana, siswi kelas 8.6 SMP Negeri 1 Slawi. Di usianya yang masih belia, Rania berhasil meraih juara II dan medali perak pada cabang olahraga yudo tingkat Jawa Tengah.
Prestasi tersebut mengantarkan Rania mendapat penghargaan dari Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. Penghargaan diberikan saat upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2026 di halaman Polres Tegal, Rabu (9/9/2026). Rania berhasil meraih medali perak pada kategori fighter kelas -48 kilogram dalam Pekan Olahraga Pelajar se-Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang pada 2 September 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga sejak usia pelajar dapat melahirkan atlet muda yang memiliki disiplin, daya juang, dan semangat berprestasi. Rania merupakan putri Lilik Dwi Arfiona, anggota Polri yang bertugas sebagai Kanit Reskrim Polsek Balapulang.
Dalam amanatnya, Kapolres Tegal mengatakan olahraga bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran. Menurutnya, olahraga merupakan investasi bangsa dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, disiplin, tangguh, sportif, dan produktif.
“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Melalui olahraga, kita membangun manusia Indonesia yang sehat, disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup masyarakat,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Ia menegaskan, semangat HAORNAS 2026 yang mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” harus diwujudkan melalui gerakan bersama. Budaya olahraga, kata dia, tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Aktivitas olahraga perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja maupun masyarakat.
Kapolres juga menilai prestasi olahraga tidak dapat dipisahkan dari budaya olahraga. Atlet berprestasi, menurutnya, akan lahir dari masyarakat yang terbiasa menjalani pola hidup aktif.Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga, dan industri olahraga perlu dibangun secara berkelanjutan agar menjadi satu ekosistem yang saling mendukung.

“Kita ingin mengubah budaya bangsa: dari pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, dari bugar menjadi produktif, dan dari produktif menjadi Indonesia yang semakin kuat,” tegasnya.
Penghargaan kepada Rania menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan Polres Tegal terhadap generasi muda yang mampu mengembangkan potensi di bidang olahraga.
Prestasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan mengejar prestasi melalui bidang yang mereka tekuni. AKBP Bayu pun mengajak personel Polres Tegal dan masyarakat menjadikan HAORNAS sebagai momentum untuk memulai pola hidup aktif sesuai kemampuan masing-masing.
“Tidak perlu menunggu, tidak perlu mahal, dan tidak perlu rumit. Mulailah dari sekarang dengan berjalan, berlari, bersepeda, senam, atau aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing. Karena Indonesia yang bugar tidak dibangun oleh satu pihak, tetapi oleh seluruh bangsa,” pungkasnya.
Pewarta : R Latif