GUNUNGKIDUL, gugat.id – Lapangan SMK Negeri 3 Wonosari dipenuhi semangat pagi saat Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung dalam apel yang diikuti 1.180 siswa-siswi, Sabtu (4/5/2025). Kehadiran Bupati menjadi momen inspiratif bagi para siswa yang sedang menata masa depan.
Kepala SMK Negeri 3 Wonosari, Dwi Retno Wahyuningsih, menyambut hangat kedatangan Bupati dan menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang siap kerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha. Ia memperkenalkan lima konsentrasi keahlian yang ada di sekolah, yakni Teknik Audio Video, Kuliner, Elektronika Industri, Perhotelan, dan Mekatronika.
“Hari ini sangat spesial karena Ibu Bupati hadir di tengah-tengah kami. SMK 3 telah menghasilkan berbagai produk layak jual, dan siswa kami siap terjun ke dunia kerja atau usaha,” ujarnya.
Dwi Retno juga menolak anggapan negatif tentang generasi muda yang kerap disebut ‘generasi stroberi’, generasi yang dianggap mudah rapuh.

“Kami tidak terima jika 1.180 siswa kami disebut generasi stroberi. Harapan kami mereka menjadi generasi intan yang bersinar dan siap mengubah dunia dengan keterampilannya,” tegasnya.
Bupati Endah Subekti dalam arahannya mengajak siswa untuk bermimpi besar dan pantang menyerah. Ia membagikan kisah pribadinya sebagai lulusan SMK yang mampu menjadi pemimpin daerah.
“Seperti kata Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalau pun jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang-bintang. Saya sendiri lulusan SMK, dan siapa bilang lulusan SMK tidak bisa menjadi pemimpin?” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kerja keras, kedisiplinan, dan tidak terlena oleh gaya hidup atau media sosial.
“Saya dulu sekolah jalan kaki 14 kilometer. Tapi dengan semangat dan doa, semua bisa diraih. Gunakan teknologi untuk kegiatan positif dan fokuslah pada tujuan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti maraknya pernikahan dini di kalangan pelajar yang ia sebut merugikan masa depan anak-anak.
“Setiap bulan sebanyak 40 siswa di Gunungkidul mengajukan dispensasi nikah. Setelah menikah, banyak yang tidak siap menjadi orang tua, dan pasti anak menjadi korban,” katanya prihatin.
Sebagai penutup, Bupati menyempatkan diri mencicipi hidangan di Cafe Saga, unit usaha kuliner sekolah yang dikelola oleh siswa dan alumni SMK Negeri 3 Wonosari.
“Saya bangga, di sekolah ini pembelajaran teori terintegrasi dengan praktik. Ternyata sudah punya cafe sendiri dan sudah sering digunakan untuk meeting atau rapat dinas. Kami berharap SMK 3 Wonosari terus berinovasi dan melahirkan anak-anak dari Gunungkidul untuk dunia. Dari SMK 3 untuk Indonesia, menjadi generasi yang mandiri, punya cita-cita, dan bisa diandalkan,” pesan Bupati.
(Redaksi)