FSRD ISI Surakarta Hadirkan Wayang Pahlawan Indonesia sebagai Media Pendidikan Karakter |

FSRD ISI Surakarta Hadirkan Wayang Pahlawan Indonesia sebagai Media Pendidikan Karakter

By

Surakarta, Gugat.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta berhasil memperoleh pendanaan Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) 2026 yang dikelola Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Melalui program ini, tim merancang cerita lakon sekaligus karakter wayang baru yang mengangkat sosok-sosok pahlawan kemerdekaan Indonesia. Salah satu luaran utama kegiatan adalah pertunjukan wayang climen yang menghadirkan tokoh-tokoh pahlawan sebagai media edukasi sekaligus pelestarian seni tradisi.

Kegiatan pengabdian tersebut diketuai oleh Agung Purnomo dengan anggota Putri Sekar Hapsari, Sri Murwanti, dan Basnendar Herry Prilosadoso. Program ini mengusung tema Upaya Peningkatan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar melalui Transformasi Karakter Wayang Pahlawan Indonesia.

Sebagai mitra pelaksanaan, tim menggandeng Sanggar Omah Wayang Mas Kamto di Kartasura. Pemilihan mitra ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil program sekaligus memperkuat keberadaan sanggar sebagai ruang pelestarian dan pengembangan seni tradisi di tengah masyarakat.

Tahap awal kegiatan berupa pembahasan konsep cerita dan desain karakter wayang dilaksanakan di Ruang Animasi Manual, Lantai I Gedung V Jurusan Desain, Kampus Mojosongo FSRD ISI Surakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tim dosen, mahasiswa, serta perwakilan mitra sanggar.

Ketua Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Tri Haryoko, menyampaikan bahwa program ini memberikan kontribusi nyata bagi upaya pelestarian wayang kulit. Menurutnya, pengembangan karakter wayang yang terinspirasi dari para pahlawan Indonesia dapat menjadi media pembelajaran yang menarik untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar.

Sementara itu, Ketua Tim PISN, Agung Purnomo, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penciptaan karya seni, tetapi juga bertujuan memperkuat eksistensi sanggar seni tradisi agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Ke depan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan media promosi, publikasi, serta berbagai luaran lain yang mendukung keberlanjutan program dan pemberdayaan mitra.

(Resaksi)

Sumber: HUMAS ISI

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!