Hari Tani Nasional di Gunungkidul: Petani Diharapkan Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim |

Hari Tani Nasional di Gunungkidul: Petani Diharapkan Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim

By

Gunungkidul, gugat.id – Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September menjadi momentum penting bagi petani di Kabupaten Gunungkidul. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menggelar serangkaian acara di Bangsal Sewokoprojo, Rabu (24/9/2025), dengan mengundang kelompok tani dari seluruh penjuru Gunungkidul.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menekankan bahwa Hari Tani Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan juga refleksi atas perjuangan petani dalam merombak struktur agraria yang timpang. “Peringatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963, bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria,” ujarnya.

Peringatan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti Pekan Tani, lomba cipta menu pangan lokal, gerakan pangan murah, pelatihan budidaya anggrek, lomba lukis poster pertanian, hingga sarasehan dan doa bersama petani. Tak kurang dari 1000 petani dan penyuluh pertanian hadir dalam acara tersebut.

Bupati Gunungkidul dalam sambutannya menyampaikan pesan penting. Ia berharap peringatan Hari Tani menjadi momentum untuk tindakan nyata dalam mensejahterakan petani. “Salah satunya melalui surat edaran Bupati mengenai menu konsumsi dari Pemda yang harus menggunakan bahan lokal dari petani kita,” tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lokal dan menghargai hasil panen petani Gunungkidul.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Hari Tani sebagai titik tolak dalam menghadapi tantangan kemarau. “Kita tidak lagi melihat kemarau sebagai musuh, tetapi sebagai tantangan untuk berinovasi,” pungkasnya.

Tema Hari Tani tahun ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu adaptasi terhadap iklim. Fokusnya adalah ketahanan petani dalam menghadapi krisis iklim melalui diversifikasi tanaman, pemanfaatan informasi cuaca, dan inovasi teknologi. Tujuannya jelas, menjaga ketahanan pangan nasional dari dampak anomali cuaca yang semakin tidak menentu.

Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi multi-sektor, diharapkan petani kecil di Gunungkidul dapat semakin kuat dan menjadi garda depan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!