Surakarta, Gugat.id -Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional Dosen Asisten Ahli di Gedung Sungging Prabangkara, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Selasa (30/6/2026).
Dalam prosesi tersebut, Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., secara resmi melantik 44 Pegawai Negeri Sipil serta mengambil sumpah jabatan 45 dosen yang memperoleh jabatan fungsional Asisten Ahli.
Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan ISI Surakarta, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Drs. H. M. Arif Jati Purnomo, M.Sn., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Humas, Dr. Drs. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum., serta para pejabat struktural di lingkungan ISI Surakarta.
Dalam sambutannya, Rektor ISI Surakarta menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang baru dilantik dan para dosen yang resmi mengemban jabatan fungsional Asisten Ahli. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan dedikasi, kerja keras, dan komitmen terhadap profesi.
Rektor menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar proses administratif maupun perubahan status kepegawaian, melainkan momentum yang sarat dengan tanggung jawab moral. Sumpah jabatan yang diucapkan merupakan amanah yang dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada institusi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ia menambahkan, menjadi Aparatur Sipil Negara berarti memilih jalan pengabdian yang menuntut integritas, profesionalisme, loyalitas kepada negara, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat. Di lingkungan perguruan tinggi seni, pengabdian tersebut juga diwujudkan melalui pelestarian nilai-nilai budaya, pengembangan ilmu pengetahuan dan seni, serta penciptaan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepada para dosen yang menerima jabatan fungsional Asisten Ahli, Rektor berpesan agar memandang jabatan tersebut sebagai awal untuk terus meningkatkan kualitas akademik. Jabatan fungsional bukan sekadar jenjang karier, tetapi merupakan pengakuan atas kompetensi yang harus dibuktikan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, penciptaan karya seni, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, digitalisasi, dan perubahan sosial menuntut insan akademik untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi tanpa meninggalkan jati diri sebagai perguruan tinggi seni.
Rektor juga menekankan bahwa ISI Surakarta tengah memasuki fase penting transformasi kelembagaan melalui penguatan tata kelola yang adaptif, budaya kolaborasi, peningkatan kualitas riset dan kekaryaan, perluasan jejaring kemitraan, serta hilirisasi hasil penelitian dan karya seni agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Transformasi tersebut, lanjutnya, membutuhkan dukungan seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, para pegawai dan dosen yang baru dilantik diharapkan menjadi energi baru yang mampu menghadirkan kreativitas, inovasi, dan semangat kolaboratif dalam membangun institusi.
“Perguruan tinggi yang unggul tidak hanya dibangun oleh fasilitas yang megah, tetapi terutama oleh sumber daya manusia yang berkarakter, memiliki budaya kerja yang sehat, serta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” ujar Rektor.
Mengakhiri sambutannya, Rektor mengajak seluruh pegawai dan dosen untuk terus membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas, disiplin, profesionalisme, saling menghormati, serta semangat melayani. Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi awal pengabdian yang semakin bermakna bagi kemajuan ISI Surakarta, pendidikan tinggi, seni, kebudayaan Indonesia, dan masyarakat luas.
(Red)