Joko Pintoyo Kembali Pimpin Kadin Gunungkidul, Siapkan Strategi UMKM Digital hingga Industri Padat Karya |

Joko Pintoyo Kembali Pimpin Kadin Gunungkidul, Siapkan Strategi UMKM Digital hingga Industri Padat Karya

By

Gunungkidul, gugat.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gunungkidul menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) untuk periode 2026–2031. Dalam forum lima tahunan tersebut, Joko Pintoyo kembali dipercaya menakhodai Kadin Gunungkidul.


Usai terpilih kembali, Joko memaparkan sejumlah visi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani. Fokus utama diarahkan pada penguatan UMKM, pemerataan pembangunan industri, serta pengembangan investasi yang berkelanjutan.
Salah satu program prioritas Kadin ke depan adalah pendampingan pelaku UMKM yang masih gagap teknologi. Untuk itu, Kadin Gunungkidul berencana membentuk komisi tetap yang secara khusus menangani bidang informatika dan teknologi.


Ke depan kami akan memiliki komisi tetap terkait informatika dan teknologi. Kami akan bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk membina UMKM agar lebih melek teknologi, sehingga usaha mereka bisa tumbuh dan berkembang lebih baik,” ujar Joko kepada wartawan, Senin (9/2/2026).


Di sektor pariwisata yang menjadi unggulan Gunungkidul, Kadin menegaskan komitmennya mendorong masuknya investasi dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, terutama di kawasan karst. Menurut Joko, transparansi dan kejelasan konsep pembangunan harus menjadi syarat utama sejak awal.


Kadin sangat mendorong investasi pariwisata, namun tidak boleh melanggar aturan yang berlaku. Konsep pembangunan harus dipaparkan sejak awal, termasuk dampak lingkungannya, sehingga seluruh prosesnya jelas dan transparan,” tegasnya.


Guna mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah, Kadin Gunungkidul telah menyusun peta pengembangan berbasis potensi daerah. Wilayah selatan difokuskan pada pengembangan pariwisata, wilayah tengah sebagai daerah penyangga, sementara wilayah utara—meliputi Semin, Ngawen, dan sekitarnya diproyeksikan menjadi kawasan industri padat karya.


Joko menilai wilayah utara memiliki potensi besar untuk pengembangan industri garmen atau tekstil yang tidak membutuhkan banyak sumber air maupun menghasilkan limbah cair besar, namun mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. Strategi ini juga sebagai respons atas kondisi banyaknya warga Gunungkidul yang sebelumnya bekerja di industri besar seperti Sritex dan kini terdampak PHK.


Harapan kami, daerah utara dan Semanu bisa tumbuh menjadi sentra industri. Saat ini di Ngawen sudah ada industri dengan sekitar 150 karyawan, dan akan terus kita dorong hingga mampu menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja. Dengan tumbuhnya industri, PAD meningkat dan angka pengangguran bisa ditekan,” pungkasnya.


Dengan visi tersebut, Kadin Gunungkidul menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan ekonomi yang inklusif, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul.

(Red)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!