Gunungkidul, gugat.id – Pekerja proyek pembenahan alun-alun Pemkab Gunungkidul, DI Yogyakarta, menemukan sebuah mortir yang masih aktif. Diduga mortir itu merupakan peninggalan saat masa penjajahan puluhan tahun lalu.
Senin (26/8/2023).
AKP Suwarno Kanit Samapta Polsek Wonosari jelaskan,penemuan ini berada di tengah alun-alun,dengan kedalaman 20 cm saat pengerukan tanah.Curiga dengan benda berbentuk peluru ini, pekerja kemudian melaporkan ke Polsek Wonosari.
“Iya tadi ditemukan oleh pekerja proyek di alun-alun”, Tutur Suwarno.
Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan dan memasang garis polisi agar tidak ada yang mendekat.Polsek Wonosari langsung berkoordinasi Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak),Brimob Polda DIY.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Jihandak Brimob Polda DIY, (dari informasi) merupakan jenis mortir sudah jaman dulu. Infonya kondisi masih aktif, jadi masih berbahaya,” kata Suwarno.
Adapun mortir yang temukan itu memiliki panjang 20 cm dengan diameter sekitar 7 cm. Kondisinya pun masih cukup bagus.
Baca juga: https://www.gugat.id/putri-ariani-persembahkan-lir-ilir-untuk-sri-sultan/
“Kualitas jaman dulu besinya masih bagus tahan lama ,” imbuh Suwarno.
Mortir tersebut langsung dibawa oleh Jihandak Brimob Polda DIY untuk dilakukan pengamanan.Pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang menemukan benda mencurigakan langsung menghubungi pihak kepolisian.
(Red/PP)