BANTUL, Gugat.id – Hamparan greenhouse di kawasan Lumbung Mataram, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan soft launching sekaligus panen simbolis melon perdana. Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, pengelola desa wisata, Saemaul Foundation Indonesia, serta masyarakat dalam upaya mengembangkan potensi pertanian dan agrowisata.
Kegiatan diawali dengan kedatangan para tamu undangan yang kemudian menuju Lumbung Mataram menggunakan Jeep melalui jalur wisata Puncak Becici, Lembah Hollywood, Sumur Tembogo hingga Lumbung Mataram.
Dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Korea Selatan, doa, serta sambutan dari perwakilan Yayasan Global Saemaul Indonesia (YGSI), Lurah Muntuk dan Bupati Bantul.
Direktur Saemaul Foundation Kantor Perwakilan Indonesia, Mr. Sunhoon Hong, dalam sambutanya memgatakan Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI) pada dasarnya membawa misi dan semangat gerakan Saemaul Undong (gerakan modernisasi masyarakat perdesaan khas Korea Selatan)
“Saya dengan tulus mengucapkan selamat atas panen perdana melon di Kalurahan Muntuk, fasilitas greenhouse serta ilmu budidaya teknologi pertanian yang telah dibagikan tidak berhenti di panen perdana saja, melainkan terus dikelola secara aktif dan partisipatif oleh masyarakat agar Muntuk sukses menjadi Desa Percontohan Saemaul yang mandiri dan sejahtera di Kabupaten Bantul” ujarnya memalui bahasa korea.
Puncak kegiatan ditandai dengan seremoni soft launching dan simbolis panen melon perdana. Dalam agenda tersebut, dilakukan pemotongan buah melon pertama di area greenhouse sebagai penanda dimulainya pengembangan budidaya melon di kawasan tersebut. Kegiatan kemudian berlanjut dengan agenda Agrowisata Petik Melon (Promo Tour). Para tamu undangan dan pengunjung diberi kesempatan mencoba memetik melon secara langsung sekaligus melihat fasilitas greenhouse yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan pertanian.
Tak berhenti di greenhouse, rombongan juga dijadwalkan mengunjungi kebun pertanian hasil di Lumbung Mataram Saemaul Muntuk.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, di antaranya jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemerintah Kalurahan Muntuk, perwakilan Saemaul Foundation Indonesia, YGSI, serta tokoh masyarakat.

Melalui konsep agrowisata, kawasan Lumbung Mataram Muntuk tidak hanya menjadi tempat produksi pertanian, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan pengalaman bagi wisatawan untuk melihat secara langsung proses budidaya hingga memetik hasil pertanian.
Panen melon perdana ini pun menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pertanian Muntuk sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis pertanian di kawasan Dlingo, Bantul.
(Red/v³)