Pertunjukan Tayub,Tradisi Nenek Moyang Bersih Dusun Masyarakat Kapanewon Semin |

Pertunjukan Tayub,Tradisi Nenek Moyang Bersih Dusun Masyarakat Kapanewon Semin

By

Semin, gugat.id – Tradisi Rasulan, dan biasa disebut bersih dusun atau merti dusun, hal ini diyakini sebagian besar warga masyarakat Padukuhan Sempu Kidul, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Gunungkidul, sebagai sarana masyarakat dalam bersyukur kepada Alloh SWT atas limpahan Rahmat dan hidayah yang telah diberikan kepada masyarakat.

Merti dusun yang digelar setiap tahun ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur karena tercukupi kebutuhan hidupnya, selalu sehat, umur panjang, murah rezeki dan dijauhkan dari balak. Rasulan Dusun Sempu Kidul diadakan hari ini Rabu (21/6/23)

Dukuh Sempu Kidul Suyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Rasulan merupakan adat tradisi tinggalan nenek moyang yang selalu dilestarikan masyarakat, bersih dusun merupakan upaya diri dari masyarakat untuk membersihkan diri secara lahir maupun batin, sehingga dengan titroh inilah limpahan Rohmat Alloh akan selalu mengalir.

Dalam kesempatan yang sama Tarno Pawiro tokoh masyarakat Sempu Kidul juga mengungkapkan, ada beberapa hal yang memang terkadang tidak bisa dijabarkan secara logika.

“Bagi yang percoyo monggo, buktinya dengan adanya Rasulan seperti ini dengan melestarikan budaya tayub, ada masyarakat yang sakit bisa langsung sehat, minta diantar ke balai Padukuhan dan ikut ngibing, dengan tradisi bersih dusun sesuai wewarah dari kasepuhan dahulu, akan berdampak positif bagi semua” ujar lelaki sepuh ini.

Masih menurut Mbah Tarno urutan iringan Tayubpun sesuai dari tinggalan leluhur, seperti setelah Gending talu, dilanjut dengan tari gambyong, kemudian Kepala Dusun mengawali ngibing diiringi dengan boyong, dilanjut dengan tokoh masyarakat dengan Gending wilujeng dan terus dilanjut dan nanti ditutup dengan pangkur.

Baca juga: https://www.gugat.id/fakultas-bisnis-ukdw-belajar-investasi-dari-investor-ulung-indonesia/

Sementara Eyang Warso Utomo tokoh masyarakat yang dituakan di Dusun Sempu Kidul menyampaikan, tradisi tayub ini merupakan tinggalan Dalem Panembahan Senopati, dalam upaya menundukkan musuh, seperti tersebut dalam cerita Ki Ageng Mangir dan Rara Pembayun, hingga Kiangeng Manggir harus tunduk dan gugur dikalahkan oleh Panembahan Senopati melalui Senin tayub yang diperankan Roro Pembayun Putri Panembahan Senopati.

(red/Pal)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!