Rasulan Wareng Gunungkidul, Bagian Menjaga Tradisi Budaya Jawa |

Rasulan Wareng Gunungkidul, Bagian Menjaga Tradisi Budaya Jawa

By

GUNUNGKIDUL, gugat.id -Rasulan merupakan suatu tradisi yang tidak terpisahkan di masyarakat Gunungkidul Yogyakarta. Rasulan atau bersih desa ini, biasanya dilaksanakan setahun sekali ketika habis masa panen. Salah satu Kalurahan yang masih menjaga tradisi rasul ialah Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul Yogyakarta.

Ari Wibowo yang merupakan Kepala Kalurahan Wareng menjelaskan, tradisi rasulan di desanya dilaksanakan pada Senin ( 03/06/2024 ). Adapun rangkaian acara rasulan atau bersih desa dimulai sejak empat hari yang lalu.

Rangkaian kegiatan kami mulai sejak Kamis 30 Mei 2024 dan puncaknya pada hari Senin 03 Juni 2024,”ungkapnya.

Lebih lanjut Ari menjelaskan bahwa tradisi rasulan merupakan bagian dari melestarikan budaya Jawa tinggalan para leluhur. Rangkaian kegiatan rasul atau bersih desa dimeriahkan dengan berbagai macam pentas seni. Diantaranya, Seni Jathilan Pranjono Seto, Seni Karawitan, Seni Musik dan lain sebagainya. Sedangkan untuk acara malam puncaknya digelar pentas seni wayang semalam suntuk.

Siang ini diadakan genduri yang mana kenduri ini merupakan ucapan rasa syukur warga masyarakat wareg kepada yang maha kuasa atas pencapaiannya selama satu tahun ini,” papar Ari.

Acara kegiatan rasulan bersih desa ini juga dihadiri oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta, Kepala Dinas Kebudayaan Agus Mantara, dan berbagai tamu undangan lainnya. Ari Wibowo menambahkan, akan menjaga seni budaya, tradisi di desanya agar lebih lestari.

Sudah kami data dan petakan terkait potensi seni yang ada di Kalurahan Wareng sendiri, seperti gejlok lesung, karawitan, reog, jathilan,” papar Ari.

Dengan begitu, peluang Kalurahan untuk menjadi Desa Mandiri Budaya akan lebih tercapai dan bisa menjadi percontohan wilayah lain.

(red/gmw)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!