TEGAL, Gugat.id – Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, masuk dalam 20 besar tokoh nasional berdasarkan studi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengenai kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif menjelang 2029.
Dalam studi terhadap 31 tokoh nasional tersebut, Sudirman Said menempati peringkat ke-17 dengan skor rata-rata 6,3 pada skala 0–10. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014–2016 itu dinilai bersama sejumlah tokoh nasional lainnya.
Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menjelaskan bahwa studi tersebut dilakukan untuk menilai kualitas kepemimpinan para tokoh menjelang agenda politik nasional 2029.
“Itu temuan kami dari studi opinion leader ini tentang kualitas kepemimpinan nasional demokratik transformatif menjelang 2029,” kata Saiful, yang merupakan Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta.
Penilaian dalam studi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kompetensi, empati, integritas, akseptabilitas, sikap pluralis-inklusif, hingga kemampuan memimpin. Komitmen terhadap demokrasi, kesejahteraan umum, profesionalisme angkatan bersenjata dan kepolisian, serta politik luar negeri bebas aktif juga menjadi bagian dari indikator penilaian.
SMRC menggunakan penilaian dari kelompok opinion leaders atau pemimpin opini yang memiliki pengetahuan mengenai tokoh-tokoh yang dibandingkan. Kelompok responden ini berasal dari beragam latar belakang, termasuk akademisi, ilmuwan, pengamat, pimpinan media massa, dan jurnalis senior.

Studi tersebut melibatkan 200 responden, terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dari berbagai bidang dan 34 jurnalis. Responden dipilih menggunakan metode snowballing, terutama melalui penelusuran media massa nasional dan daerah.
SMRC menjelaskan bahwa responden perlu memiliki pengetahuan terhadap seluruh tokoh yang dinilai agar perbandingan dilakukan secara setara.
“Hal ini diperlukan agar penilaian dilakukan secara setara atau apple to apple, bukan berdasarkan pengetahuan yang hanya mencakup sebagian tokoh,” demikian penjelasan dalam dokumen studi SMRC.
SMRC juga menegaskan bahwa pemilihan responden tidak dilakukan secara acak terhadap populasi pemimpin opini. Oleh karena itu, hasil studi tersebut lebih bersifat deskriptif daripada inferensial dan tidak dapat langsung dianggap mewakili pandangan seluruh masyarakat.
Selain dikenal sebagai mantan Menteri ESDM, Sudirman Said kini mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri yang berlokasi di Kota Tegal, Jawa Tengah.
Universitas Harkat Negeri mengembangkan pendidikan tinggi terapan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pendekatan pendidikannya tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi.
Pengalaman Sudirman Said di tingkat nasional dinilai relevan untuk memperluas wawasan mahasiswa melalui jejaring profesional, kemitraan strategis, serta penguatan hubungan antara kampus dan dunia kerja.
Di bawah kepemimpinannya, Universitas Harkat Negeri juga meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif Skema Insentif pada Klaster V dalam PKM Award Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.
Dalam daftar 31 tokoh yang dirilis SMRC, Mahfud MD menempati peringkat pertama dengan skor 7,6. Posisi berikutnya ditempati Basuki Tjahaja Purnama, Anies Baswedan, Dedi Mulyadi, Zainal Arifin Mochtar, dan Pramono Anung Wibowo, yang masing-masing memperoleh skor 7,0.
Sementara itu, Sudirman Said berada di peringkat ke-17 dengan skor 6,3, sama dengan skor yang diperoleh Sukidi di posisi ke-18.Di bawah Sudirman Said, terdapat Yusril Ihza Mahendra dengan skor 6,0, disusul Ubedilah Badrun dan Andika Perkasa yang masing-masing memperoleh skor 5,9.
Hasil studi ini memberikan gambaran penilaian kelompok pemimpin opini terhadap kualitas personal dan kepemimpinan para tokoh nasional berdasarkan indikator yang ditetapkan SMRC. Namun, lembaga tersebut mengingatkan bahwa karakteristik pemilihan responden membuat hasilnya lebih tepat dibaca sebagai studi deskriptif, bukan representasi seluruh pendapat masyarakat.
(R.latief)