GUNUNGKIDUL, gugat.id- Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu daerah yang memiliki luas wilayah 1.485,36 km2 atau 48,63% dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Maka tak heran jika daerah ini menyimpan segudang potensi yang luar biasa.
Kabupaten Gunungkidul mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, hutan, flora dan fauna, industri, tambang serta potensi pariwisata. Jika dilihat dari beberapa potensi yang ada, sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang berkembang sangat pesat.
Sebagai kabupaten terluas di wilayah DIY, Gunungkidul memiliki banyak destinasi wisata seperti pantai, telaga, air terjun, dan desa wisata. Dari sekian banyak destinasi wisata, yang paling diminati oleh pengunjung adalah wisata pantai.
Menurut salah satu anggota kelompok sadar wisata ( pokdarwis ) yang bernama Purwanto menerangkan bahwa wisata pantai yang baru dua tahun dibuka saat ini banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
“Alhamdulillah Pantai Ngunggah yang baru di buka kurang lebih dua tahun, sekarang banyak dibanjiri oleh wisatawan saat hari libur biasa maupun libur hari raya,”ucap Purwanto.
Dengan adanya potensi tersebut Purwanto menambahkan sudah bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar meskipun sedikit-demi sedikit. Ia berharap pihak terkait yang dalam hal ini pemerintah akan lebih memperhatikan wisata yang baru saja berkembang.
Dari sekian obyek destinasi wisata pantai, banyak yang sudah menghasilkan PAD. Hal tersebut tentu diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berdampak positif. Untuk mencapai tujuan itu, tentunya sangat dibutuhkan kebijakan pemerintah agar mendorong masyarakat untuk lebih meningkatkan lagi pendapatannya.
Sekilas jika diperhatikan saat ini, destinasi wisata pantai sudah cukup bagus dalam pengelolaannya. Namun ada beberapa yang bisa dibilang gagal dalam perencanaan. Salah satunya adalah bangunan kios berderet yang dibangun diarea parkir serta area terminal di pantai krakal. Bangunan tersebut belum berfungsi sejak awal dibangun Tahun 2018/2019.
Meskipun belum terkonfirmasi, bangunan kios yang mangkrak tersebut jika difungsikan akan lebih baik lagi. Sehingga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sebagai sarana upaya meningkatkan perekonomian.
(red/hmwn)