Gunungkidul, gugat.id- Dalam upaya melaksanakan pencegahan kerawanan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Bawaslu Kabupaten Gunungkidul melakukan indentifikasi dan pemetaan kerawanan pemilihan Tahun 2024 berbasis pada data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Tahun 2024 bertempat di wisata Jonge, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Rabu (02/10/24).
Dihadiri oleh semua anggota Bawaslu Gunungkidul, Pasangan calon Bupati dan wakil No utut 1,2 dan 3, Forkopincam serta Stakeholder terkait. Ketua Bawaslu Gunungkidul Andang Nugroho menyampaikan dari hasil pemetaan didapatkan data bahwa secara nasional Kabupaten Gunung kidul mendapat skor kerawanan sebanyak 5,12 atau kategori kerawanan sedang.
“Kami akan sampaikan peta kerawanan yang ada di Gunungkidul ini, ke depan harapan kami apa yang disampaikan ini menjadi informasi bagi semuanya saja baik itu kepada penyelenggara Pemilu itu sendiri dan juga bagi masyarakat. kerawanan ini kami harapkan kemudian semuanya kita bisa care bisa mengambil tindakan preventif masing-masing agar yang menjadi kerawanan tadi kemudian tidak terjadi” ujar Andang

Andang juga menyampaikan jika Bawaslu juga melakukan pemetaan untuk mengukur tingkat kerawanan di setiap kecamatan se-Kabupaten dan dapat disimpulkan 10 besar paling rawan dan urutan yang adalah: Wonosari, Rongkop, Girisubo, Semin, Karangmojo, Saptosari, Ponjong, Patuk, Semanu, dan Paliyan
Data diatas diperoleh dari mengkombinasikan data potensi yang akan muncul pada Pilkada Gunungkidul 2024. Untuk data potensi partisipasi masyarakat dan pencalonan juga melihat data Pemulu 2024 sebagai daa erdekat yang masih berpotensi terjadi data kerawanan kampanye dan potensibkerasanan pungut hilang adalah: Patuk,Wonosari, Rongkop, Ponjong, Girisubo,Ngawen, Karangmojo, Gedangsari, Saptosari dan Semanu.
Baca juga: Hasil Undian Nomor Urut Pilbup di Pilkada Gunungkidul 2024
Andang juga berpesan kepada semua pihak untuk mematuhi semua aturan dalam Pilkada , antisipasi terhadap isu netralisme ASN dan Perangkat Desa, Isu politik uang serta politik diluar jadwal bisa dilaksanakan.
“Kami tidak ingin kemudian acara ini hanya dipandang sebagai sebelah mata tetapi harapan kami seremonial yang kecil ini maknanya besar, kami minta komitmen semuanya saja tidak hanya paslon tapi semua, kita minta komitmennya untuk mematuhi aturan. Bicara Pilkada kita tentu bicara peraturan yang harus ditegakan” pungkas Andang.