Kegiatan Pamsimas Water Adventure Bersama Mahasiswa 2024, Meningkatkan Keadilan Air Bersih dan Pelestarian Lingkungan di Gunungkidul |

Kegiatan Pamsimas Water Adventure Bersama Mahasiswa 2024, Meningkatkan Keadilan Air Bersih dan Pelestarian Lingkungan di Gunungkidul

By

Yogyakarta, gugat.id – Sebagai bagian dari perayaan World Habitat Day atau Hari Habitat Dunia 2024 di Yogyakarta, Direktorat Air Minum bersama Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR mengadakan Water Adventure Bersama Mahasiswa 2024. Acara tersebut menghadirkan sekitar 40 mahasiswa dari bermacam perguruan tinggi. Dengan tema “Muda Beraksi, Mengalirkan Kebaikan Tanpa Batas,” acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kalangan muda tentang air bersih, komunikasi dan informasi tentang penyediaan air minum.

Kegiatan Pamsimas Water Adventure 2024 dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2024 pukul 08.00–17.00 WIB bertempat di Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, dan diikuti peserta sebanyak 40 orang.

Rangkaian kegiatan yang akan dilakukan meliputi: a. Ngobrol Santai Pengelolaan SPAM Desa Bleberan. b. Mini Games For Earth. c. Bhakti Lingkungan di Reservoir Mata Air Jambe. d. Wisata di Air Terjun Sri Gethuk.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY, Jonny Zainur Echsan, ST., MCM, Perwakilan dari Direktorat Air Minum, Budi Mulyo Utomo, ST, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta, Kepala BAPPEDA Kab. Gunungkidul, M. Arif Aldian, Panewu Playen beserta jajaran Forkopimkap Playen serta Lurah Playen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta dalam sambutannya berterima kasih atas kepercayaannya menjadikan Kalurahan Bleberan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan Pansimas Water Adventure 2024 yang memiliki kekayaan alam dan destinasi yang patut untuk dikunjungi yaitu Goa Rancang Kencana dan Air Terjun Sri Gethuk yang juga merupakan salah satu geosite di Gunungkidul yang merupakan bagian dari Gunungsewu UNESCO Global Geopark yang sesuai tema kegiatan perlu untuk diperhatikan aspek pelestarian alam dan lingkungannya dalam menjaga ketersediaan air untuk masyarkat.

Sinergitas antara Balai PPW DIY dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul khususnya dalam penyediaan air minum layak telah memberikan dampak positif dimana saat ini akses pelayanan air minum layak sebesar 90,59% dengan tingkat konsumsi rata-rata masyarakat 90 liter/ jiwa/ hari. Kepala BAPPEDA Kab. Gunungkidul, M. Arif Aldian dalam kesempatan terpisah juga menyampaikan akses perpipaan dalam penyediaan air bersih saat ini mencakup PDAM sebesar 25,1%, SPAM Berbasis Masyarakat : PAMSIMAS sebesar 4% dan PAMMASKARTA sebesar 14,5% serta jaringan mandiri sebesar 1,7%. Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY, Jonny Zainur Echsan, ST., MCM dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pengelola PAMSIMAS Kalurahan Bleberan dimana kebutuhan air minum sudah bisa tercapai 100%.

Baca juga: https://www.gugat.id/fsrd-isi-surakarta-hadirkan-dua-profesor-dari-jepang-dalam-kuliah-umum/

PAMSIMAS Kalurahan Bleberan dalam kesempatan tersebut juga mendemonstrasikan inovasi dalam pengelolaan PAMSIMAS dengan memanfaatkan tehonologi telemetri dalam mengontrol pompa air, yang berfungsi sebagai layaknya remote control dengan jarak 6 km untuk mentransmisikan command melalui gelombang radio yang secara otomatis bekerja mengatur hidup dan mati mesin pompa air, sehingga ketersediaan air terjaga.

Selain itu dilakukan upaya pelestarian alam disekitar mata air Jambe melalui penanaman pohon keras, pembuatan tanggul penahan erosi longsoran tanah atau lumpur serta himbauan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan pestisida.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!