Syawalan MES DIY 2025: Pererat Silaturahmi, Perkuat Ekonomi Syariah |

Syawalan MES DIY 2025: Pererat Silaturahmi, Perkuat Ekonomi Syariah

By

GUNUNGKIDUL, gugat.id – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara Syawalan 2025/1446 H di Gedung Ibrahim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (27/4/2025). Mengusung tema keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi umat, acara ini menjadi ajang silaturahmi strategis untuk mempererat hubungan antarpengurus serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong ekonomi syariah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P. menekankan pentingnya keadilan dalam perekonomian. Menurutnya, distribusi kekayaan harus berjalan adil dan tidak eksploitatif.

“Dalam suatu perekonomian harus ada keadilan ekonomi, distribusi yang adil dan tidak eksploitatif. Agar harta itu tidak berhenti di orang-orang kaya maka harta itu harus diputar. Untuk menciptakan keadilan sosial, pengelolaan ekonomi oleh negara harus membuka akses yang sama kepada seluruh umat,” ujarnya.

Acara yang dimeriahkan dengan penampilan Nasyid Oase Mualimin ini dihadiri oleh Dewan Pembina, Dewan Pakar, Pengurus MES DIY, serta sejumlah tamu undangan dan anggota Arisan Wakaf Tunai. Dukungan datang dari berbagai lembaga mitra seperti Bank BPD DIY Syariah, Pegadaian Syariah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta UMY selaku tuan rumah. Hadir pula Rizqi Maulana dari Otoritas Jasa Keuangan DIY, Arya Jodi Listyo dari Bank Indonesia Yogyakarta, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Ir. Srie Nurkyatsiwi, MMA.

Ketua MES DIY, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk lebih serius dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah.

“Perkembangan ekonomi syariah global dan di Indonesia cukup tinggi, tetapi kontribusinya masih sangat terbatas. Ini perlu dukungan kita semua agar porsi ekonomi syariah meningkat. Maka perlu dilaksanakan kolaborasi dan sinergi supaya ekonomi syariah dapat berkembang,” ungkap Rektor Universitas Widya Mataram tersebut.

Prof. Edy juga menyoroti pentingnya literasi dan inklusi keuangan syariah.

“Tantangan ekonomi syariah salah satunya tentang halal. Ada produk yang telah mendapatkan sertifikasi halal, tetapi ternyata masih mengandung hal yang haram. Maka dari itu perlu perhatian kita semua,” tegasnya.

Prof. Mahfud MD juga menyampaikan refleksi tentang makna Idul Fitri, yang berarti kembali ke fitrah.

“Orang yang kembali ke fitrah adalah orang yang mampu bersedekah, mampu menahan amarah, dan berani meminta dan memberi maaf,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fitrah berarti menjadi baik dan ingin berbuat baik.

“Dimanapun orang Islam berusaha melaksanakan ajaran Allah, maka akan mencari bentuk untuk melaksanakan ajaran agama. Salah satunya ekonomi sesuai ajaran Islam,” kata mantan Menkopolhukam RI ini.

Ia mencontohkan bank syariah yang beroperasi tanpa praktik riba.

“Hukum Islam dalam perekonomian dilaksanakan oleh seluruh negara di dunia berdasarkan tafsir ayat Al Quran,” tutupnya.

Arya Jodi Listyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Syawalan bukan sekadar tradisi, melainkan momentum memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih luas dan kuat. Sementara itu, Rizqi Maulana dari OJK menyoroti pentingnya meningkatkan literasi keuangan, khususnya terkait produk cash waqf link deposit.

“Dengan skema wakaf ini, wakaf akan dapat kembali ke waqif,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pengukuhan Lembaga Wakaf MES DIY yang diketuai oleh Edi Sunarto, S.E.

Baca juga: https://www.gugat.id/festival-telaga-dondong-menyambung-kembali-ikatan-batin-dengan-alam-gunungkidul/

“Lembaga Wakaf MES DIY menginisiasi Arisan Barokah Produktif MES DIY, yang merupakan kolaborasi dengan Pengurus Harian, Departemen Industri Halal, Departemen Pemberdayaan UMKM, dan beberapa lembaga lainnya,” jelas Edi.

Melalui sinergi lintas sektor ini, MES DIY berkomitmen untuk memperluas pengaruh ekonomi syariah di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dengan mengedepankan inovasi, inklusi keuangan syariah, serta pengelolaan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan umat.

Sebagai penutup, acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize menarik seperti air fryer dan kulkas, menambah semarak dan kehangatan suasana Syawalan MES DIY 2025.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!