Buton dan Peluang yang Terlewat di Perayaan Kemerdekaan |

Buton dan Peluang yang Terlewat di Perayaan Kemerdekaan

By

SULAWESI TENGGARA, gugat.id – Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kabupaten Buton tahun ini berlangsung meriah. Ribuan peserta dari berbagai kalangan — pelajar, karang taruna, majelis taklim, hingga PKK — memadati rute gerak jalan indah dan karnaval budaya. Kostum warna-warni, langkah kompak, dan atraksi budaya menjadi suguhan yang menghibur warga. Pemerintah Kabupaten Buton bersama masyarakat telah berhasil menciptakan euforia kemerdekaan yang patut diapresiasi.

Namun, di balik kemeriahan itu, ada celah besar yang patut disorot: minimnya perhatian wisatawan. Perayaan yang seharusnya bisa menjadi magnet kunjungan justru masih terjebak dalam format seremoni lokal. Tidak ada terobosan untuk menjadikannya atraksi pariwisata global yang mampu mendatangkan wisatawan luar daerah, apalagi mancanegara.

Momentum HUT RI adalah panggung emas untuk mempromosikan kekayaan Buton — bukan hanya budayanya, tetapi juga potensi ekonominya, termasuk sektor mineral dan batubara (minerba) yang menjadi salah satu modal utama pembangunan. Bayangkan jika karnaval budaya ini dikemas dengan narasi promosi sumber daya alam, investasi, dan destinasi wisata dalam satu paket. Hasilnya bukan sekadar pesta rakyat, tapi juga pintu masuk peluang ekonomi.

Baca juga: https://www.gugat.id/semarak-jalan-sehat-hut-ri-ke-80-di-rejosari-bantul-hadiah-utama-2-ekor-kambing/

Kita tidak boleh puas hanya dengan kemeriahan yang “menggembirakan hati” warga. Sebab, pembangunan daerah membutuhkan strategi yang menghubungkan budaya dengan ekonomi, tradisi dengan investasi, dan seremoni dengan promosi. Tanpa visi ini, perayaan tahunan berisiko stagnan: ramai di jalan, sepi di sektor wisata dan investasi.

Buton memiliki modal besar: budaya unik, masyarakat yang antusias, dan potensi minerba yang jarang dimiliki daerah lain. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengubah cara pandang: dari sekadar acara seremonial menjadi event internasional. Saatnya perayaan kemerdekaan di Buton berdiri di panggung dunia.

(Redaksi)

Oleh: Ali Hidayat F (Alumni Sosiologi UGM)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!