Tegal, Gugat.id — Bupati Tegal, Ischak Maulana, turun langsung meninjau progres pengerjaan ruas jalan Suradadi–Badar pada Jumat (5/12/2025). Jalan yang menjadi salah satu jalur padat kendaraan tersebut kini telah mencapai progres sekitar 70 persen. Meski begitu, proyek ini mengalami keterlambatan sehingga mendapat perpanjangan waktu hingga 12 Desember 2025.
Dalam monitoring tersebut, Bupati Ischak menjelaskan bahwa dari sisi kualitas, ketebalan dan lebar beton sudah sesuai standar. Namun ia menemukan beberapa titik yang mengalami keretakan. “Kami sudah cek, ada beberapa spot retak karena cutting-nya terlambat. Harusnya sehari sudah dipotong, ini sampai tiga hari,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa konsultan pengawas harus benar-benar menjalankan fungsi kontrol secara maksimal.
Ischak juga mengingatkan bahwa dana pembangunan sudah digelontorkan dan harus menghasilkan kualitas terbaik demi kenyamanan masyarakat. Ruas Suradadi –Badar yang memiliki volume kendaraan tinggi terutama akses pasar menjadi perhatian khusus. Proyek sepanjang 1,2 km itu dikerjakan dengan kombinasi beton dan aspal sesuai kebutuhan kondisi tanah dan aktivitas sekitar.
Pada bagian yang tanahnya labil, pengerjaan dilakukan menggunakan beton karena dianggap lebih tahan lama dibanding aspal. Sementara untuk area Pasar Suradadi, digunakan lapisan ACWC (aspal) demi menghindari dampak sosial akibat penutupan jalan jika beton diterapkan. “Di pasar itu kan ramai, kalau dibeton jalannya harus ditutup lama. Makanya kita pakai ACWC,” ujar Bupati Ischak.

Terkait keterlambatan pekerjaan, Ischak menyebut suplai material dari pabrik menjadi penyebab utama. Pabrik yang memasok material tengah kewalahan karena banyaknya pesanan sehingga distribusi sedikit terlambat. Meski begitu, ia menekankan bahwa pekerjaan tetap harus selesai sebelum tanggal 12 Desember. Jika perpanjangan waktu tidak mencukupi, penyedia jasa akan dikenakan denda.
Rahmat, selaku Konsultan Pengawas, memastikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan sesuai prosedur. “Target dari Bupati, In syaa Allah bisa tercapai. Senin nanti mulai pengerjaan aspal,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa proyek ini bernilai Rp3,996 miliar, dengan total panjang 1,2 km dan sekitar 650 meter di antaranya merupakan pekerjaan aspal.
Monitoring ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek sekaligus memastikan kualitas hasil akhir. Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk menghadirkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Pewarta : R. Latief