Dari Luka Bencana ke Senyum Anak Negeri, 223 Siswa Padasari Diselimuti Harapan Baru |

Dari Luka Bencana ke Senyum Anak Negeri, 223 Siswa Padasari Diselimuti Harapan Baru

By

Tegal, gugat.id – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti SDN Padasari 1, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Selasa pagi, 31 Maret 2026. Di tengah bayang-bayang bencana alam yang sempat mengguncang kehidupan mereka, ratusan siswa kembali menata harapan lewat kegiatan edukasi kebanksentralan, literasi keuangan, sekaligus penyaluran bantuan yang penuh makna.

Sebanyak 223 siswa menjadi penerima bantuan dalam kegiatan tersebut. Bukan sekadar bantuan biasa, melainkan paket lengkap yang berisi tas, alat tulis, sepatu, buku, hingga meja lipat, simbol nyata bahwa masa depan mereka tetap diperjuangkan. Keceriaan pun tak terbendung saat anak-anak dengan antusias mengikuti kegiatan, bahkan berebut menjawab kuis demi mendapatkan hadiah uang.

Gelak tawa dan semangat belajar kembali menggema di ruang-ruang sederhana. Anak-anak terlihat begitu antusias menyerap edukasi yang diberikan, termasuk pesan penting tentang cara memperlakukan uang dengan baik, tidak dilipat, tidak dibasahi, tidak distapler, dan tidak dicoret-coret. Edukasi sederhana, namun sarat makna untuk membentuk kebiasaan finansial sejak dini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan. Ia menyebut, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan masyarakat yang sebelumnya berpartisipasi dalam program penukaran uang baru saat Lebaran melalui kegiatan SERAMBI. Dari kepedulian itu, terkumpul dana hampir Rp16 juta yang kemudian dilengkapi agar seluruh siswa bisa merasakan manfaatnya secara merata.

Alhamdulillah hari ini kami bisa bertemu langsung dengan anak-anak, menyerahkan bantuan sekaligus memberikan edukasi kebanksentralan. Ini menjadi bentuk kepedulian bersama agar mereka tetap semangat belajar,” ujar Bimala.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SDN Padasari 1, Dakhori, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang dinilai menjadi suntikan semangat baru bagi para siswa. Meski sebagian kecil siswa berada di luar kota, komunikasi dengan orang tua tetap terjalin baik. Ia juga memastikan kondisi anak-anak sehat dan secara mental mulai bangkit, bahkan perlahan melupakan trauma bencana.

Di balik keterbatasan, proses belajar mengajar tetap berjalan. Untuk sementara, kegiatan belajar dilakukan dengan meminjam tempat di MDTA. Namun semangat para siswa tak pernah surut. Dari sekitar 223 siswa, lebih dari 210 hadir mengikuti kegiatan, menjadi bukti bahwa harapan masih menyala kuat di tengah keterpurukan.

Hari itu, SDN Padasari 1 bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga saksi kebangkitan. Dari bencana menuju asa, dari kesedihan menuju senyuman anak-anak Padasari kembali melangkah, menatap masa depan dengan keyakinan baru.

Pewarta : Iqbal Riyanda

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!