Surakarta, Gugat.id – Festival Ketoprak Mahasiswa yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan budaya tersebut menjadi salah satu upaya pelestarian seni tradisional sekaligus wadah kreativitas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Festival ketoprak diikuti oleh lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Negeri Surabaya. Masing-masing peserta menampilkan pertunjukan ketoprak dengan ciri khas dan kreativitas tersendiri. Acara digelar di Performance Hal Fakultas Bahasa Seni dan Budaya pada Minggu, 17 Mei 2026.
Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UNY Prof. Sumaryanto dengan memukul keprak sebagai tanda dimualinya festival. Rektor menyampaikan bahwa Festival Ketoprak Mahasiswa nuansanya diubah dari kegiatan kemudian ditingkatkan menjadi kompetisi dengan bentuk festival dengan memperebutkan sejumlah penghargaan sesuai dengan tema Dies Natalis ke-62 UNY ‘Optimalisasi Prestasi Mewujudkan UNY Berdampak’.

ISI Surakarta menampilkan pertunjukan kethoprak dengan naskah “Nggonjak Lakuning Kembang“, naskah ditulis dan sutradarai oleh Achmad Dipoyono.,S.Sn.M.Sn., Kethoprak dari Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta, dinobatkan menjadi Juara Pertama. Dewan juri yang menilai festival ini adalah Guru Besar FBSB UNY Prof. Soeminto A. Sayuti, Drs. Stevanus Prigel Siswanto, M.Hum (Dalijo Angkring), Alfianto Heriawan, Ki Murjono (pemain kendang Pangkur Jenggleng TVRI) dan seniman Sri Slamet Sumarwoto (Marwoto Kawer).
Pertunjukan ini adalah hasil kolaborasi dari seluruh prodi seni pertunjukan ( Prodi Teater, Pedalangan, Tari, Karawitan, Tata Kelola Seni dan Koreografi Inkuiri) gelaran tersebut di Ikuti pula oleh perwakilan dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagi Juara ke 2, Universitas Negeri Surabaya sebagai Juara ke 3, ISI yogyakarta sebagai harapan pertama dan Universitas Negeri Semarang sebagai harapan kedua.
(Red)