Kirab Budaya Merti Desa Menthel–Pakel, Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Perkembangan Zaman |

Kirab Budaya Merti Desa Menthel–Pakel, Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Perkembangan Zaman

By

Gunungkidul, Gugat.id — Di tengah arus perkembangan zaman dan budaya modern yang terus bergerak cepat, masyarakat Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, masih menjaga warisan tradisi leluhur melalui Kirab Budaya Merti Desa Menthel–Pakel yang digelar Kamis (28/5/2026).

Kegiatan tahunan tersebut bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga wujud nyata upaya masyarakat dalam merawat identitas, kebersamaan, dan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Kirab budaya diikuti empat padukuhan, yakni Pakel, Mojosari, Timunsari, dan Candisari, yang masing-masing menghadirkan bergada budaya dengan ciri khas dan kreativitas seni tersendiri.

Beragam kesenian tradisional tampil menghidupkan suasana, mulai dari reog, gedrug, dhoger, prajurit lombok abang, hingga tarian rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.
Di antara berbagai penampilan tersebut, Kidung Tolak Balak dari Padukuhan Mojosari yang dilantunkan di tengah kepulan asap dupa dipadukan dengan tarian wong ireng bertopeng beragam ekspresi, menghadirkan suasana magis sekaligus khidmat.

Pertunjukan tersebut menjadi gambaran bahwa budaya bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana spiritual, media doa, dan pengingat akan hubungan manusia dengan alam, leluhur, dan kehidupan sosialnya.
Padukuhan Mojosari dalam kesempatan itu mengangkat tema “Nyawiji”, yang bermakna menyatu dalam semangat persatuan, kebersamaan, dan harmoni kehidupan. Melalui gerak tari yang dinamis dan ekspresif, masyarakat diajak memahami pentingnya menjaga kerukunan dan keseimbangan hidup di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Kirab budaya seperti ini menjadi bukti bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan untuk mengikuti modernitas. Sebaliknya, budaya dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi penyangga jati diri masyarakat apabila dirawat bersama oleh generasi sekarang. Melalui pelestarian budaya, masyarakat tidak hanya menjaga peninggalan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap akar tradisi kepada generasi muda sebagai bekal menapaki masa depan.

(Red)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!