Lolos Penetapan SNI, G2R Tetrapreneur Jadi Pedoman Mutu Ekosistem Wirausaha Gotong Royong Pertama di Indonesia |

Lolos Penetapan SNI, G2R Tetrapreneur Jadi Pedoman Mutu Ekosistem Wirausaha Gotong Royong Pertama di Indonesia

By

Yogyakarta, Gugat.id -Hasil pembahasan hasil Jajak Pendapat (JP) Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur telah dilaksanakan dan mayoritas keputusan sejalan dengan hasil pembahasan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), baik dari tanggapan editorial maupun substantif. Hal ini disampaikan oleh Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Wakil Ketua Komite Teknis Manajemen Ekonomi Kolaboratif, sekaligus Founder, Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur baru-baru ini melalui platform daring zoom dalam Rapat Hasil JP RSNI G2R Tetrapreneur.

Acara yang dihadiri oleh para pakar dan praktisi yang kompeten di bidangnya ini merupakan tahapan ke-5 yaitu ‘Pembahasan Hasil Jajak Pendapat’ termasuk tahapan ke-6 yaitu ‘Validasi dan Finalisasi SNI’ dari keseluruhan 7 tahapan ke penetapan dan pemberlakuan standarisasi baru di Indonesia.

Lebih lanjut, Rika menyampaikan beberapa respon (feedback) menunjukkan kebaruan RSNI G2R Tetrapreneur, sehingga respon yang masuk masih berdasarkan pada proses bisnis yang biasa atau business as usual. “Rujukan SNI, ISO dan seterusnya, yang telah disampaikan akan dimasukkan dan dipertimbangkan yang sifatnya rekomendasi, bukan mandatory, sebagai acuan seri selanjutnya,” ungkap dosen senior Universitas Gajah Mada ini.

Diharapkan pula mewadahi aspirasi pemangku kebijakan serta usulan BSN, standar ini kedepannya akan berkembang menjadi skema penilaian, pengukuran, pencapaian atau kesesuaian yaitu sertifikasi sehingga tercipta ekosistem berimbang dan harmonis pada kegiatan ekonomi khususnya wirausaha untuk masyarakat luas di berbagai lapisan masyarakatnya,” tegas Rika.

Heru Suseno, S.Pi., M.T., selaku Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui RSNI G2R Tetrapreneur ini menjadi pembelajaran bersama bahwa standar disusun bukan dalam waktu yang sebentar.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian hasil Jajak Pendapat oleh Titin Resmiatin, S.S., selaku Analis Standardisasi Ahli Madya pada Direktorat Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Penilaian Kesesuaian (BSN). Titin menyampaikan bahwa RSNI G2R Tetrapreneur ini menjadi RSNI terbanyak yang menerima tanggapan untuk Jajak Pendapat.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si., M.T selaku Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat sekaligus Ketua Komite Teknis 03 – 13 Manajemen Ekonomi Kolaboratif. Bambang menyampaikan bahwa melalui perjalanan penyusunan RSNI G2R Tetrapreneur yang cukup panjang ini menunjukkan bahwa menyusun sebuah standar yang dapat diterima oleh berbagai stakeholder memang tidaklah mudah.

Pada kesempatan ini Bambang menyampaikan apresiasinya kepada Rika Fatimah sebagai konseptor G2R Tetrapreneur bersama tim yang telah menuangkan dan merumuskan pemikiran untuk membuat G2R Tetrapreneur menjadi sebuah standar yang lebih baik dan asli Indonesia.

Abu Yazid, S.I.P., M.M. selaku perwakilan stakeholder konsumen yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Standardisasi dan Pelayanan Publik Biro Organisasi Sekretariat Daerah DIY. Abu menyampaikan bahwa G2R Tetrapreneur sebagai sebuah model telah berkembang sejak tahun 2017 di DIY.

(Red)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!