Surakarta, Gugat.id – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Tri Yulianti, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Tri nama akrabnya berhasil meraih medali emas (juara 1) kelas U20 dalam ajang MAPASA Orienteering Competition National (MOCN) 4 Tahun 2026.
MOCN 4 merupakan kejuaraan orienteering tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UKM Mahasiswa Pecinta Alam (MAPASA) Universitas Al-Irsyad Cilacap dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-12 UKM MAPASA. Kompetisi ini menjadi wadah bagi atlet, mahasiswa, pelajar, komunitas, serta penggiat olahraga orienteering dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkompetisi secara sportif sekaligus mempererat silaturahmi antar penggiat olahraga orienteering.
Orienteering merupakan olahraga navigasi yang mengkombinasikan kemampuan membaca peta, menggunakan kompas, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta ketahanan fisik. Dalam perlombaan, peserta dituntut menemukan sejumlah titik kontrol (control point) secara berurutan dengan menggunakan peta dan kompas sebagai alat bantu utama. Pemenang ditentukan berdasarkan waktu tempuh tercepat dengan tetap mematuhi seluruh ketentuan lintasan yang telah ditetapkan.
Pada kelas U20, peserta didominasi dari kalangan mahasiswa universitas dan institusi seperti Universitas Gadjah Mada, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta, Universitas Budi Luhur, Universitas Sebelas Maret, Universitas Harkat Negeri, Universitas Jenderal Soedirman, serta berbagai perguruan tinggi dan komunitas lainnya ini yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026, di Lapangan Jati Persada, Cilacap di Jawa Tengah.
Di tengah persaingan tersebut, Tri Yulianti yang tercatat angkatan 2025 ini mampu menunjukkan kemampuan navigasi, ketahanan fisik, serta pengambilan keputusan yang baik selama perlombaan. Konsistensi dalam membaca medan dan menentukan rute menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkannya meraih posisi pertama dan membawa pulang medali emas.
Menurutnya, prestasi ini menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas akademik dan olahraga dapat berjalan beriringan. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa DKV, Ia tetap aktif mengembangkan kemampuan di bidang olahraga orienteering dan mengikuti berbagai kompetisi.
Prestasi di MOCN 4 ini sekaligus menambah catatan perjalanan Tri Yulianti dalam olahraga orienteering. Sebelumnya, ia juga aktif mewakili daerah dalam berbagai kompetisi orienteering hingga tingkat nasional dan internasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan di kelas U20 pada ajang MOCN 4.
Dosen DKV ISI Surakarta sekaligus dosen pembimbing mahasiswa, Basnendar Herry Prilosadoso, menyatakan rasa bangganya atas capaian tersebut. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi di luar bidang akademik. Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan berbagai minat dan kemampuan secara seimbang, baik dalam bidang seni dan desain maupun olahraga.
(Red)