Pemkab Tegal Siapkan 1.000 Titik WiFi Gratis, Sasar Sekolah hingga Desa dan Pesantren |

Pemkab Tegal Siapkan 1.000 Titik WiFi Gratis, Sasar Sekolah hingga Desa dan Pesantren

By

TEGAL, Gugat.id – Akses internet gratis di berbagai wilayah Kabupaten Tegal segera diperluas. Pemerintah Kabupaten Tegal tengah menyiapkan program penyediaan internet gratis di 1.000 titik melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE).

Pembahasan program tersebut dilakukan dalam audiensi Pemkab Tegal bersama Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) di Ruang Rapat Bupati Tegal, Rabu (16/9/2026).

Program ini bermula dari gagasan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi. Gagasan tersebut muncul dari perhatian terhadap masih terbatasnya akses masyarakat terhadap internet, terutama untuk menunjang kebutuhan literasi dan memperoleh bahan bacaan digital.

Pemkab Tegal selanjutnya mengajukan proposal CSR kepada PT SURGE untuk pembangunan jaringan internet gratis di 1.000 lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Tegal.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses internet sekaligus mendukung peningkatan kegemaran membaca dan literasi digital masyarakat.“Ini sedang berkolaborasi, berkoordinasi untuk mendapatkan bantuan CSR internet 1.000 titik secara gratis,” kata Ischak.

Menurut Ischak, salah satu sasaran penting program tersebut adalah wilayah yang selama ini masih menghadapi persoalan keterbatasan jaringan atau blank spot. Ia mencontohkan kawasan Waduk Cacaban yang menjadi salah satu destinasi wisata Kabupaten Tegal. Menurutnya, kualitas jaringan di kawasan tersebut masih belum optimal.

Waduk Cacaban ini salah satu destinasi wisata kita juga masih blank spot. Kemarin saya ke sana, sinyalnya masih putus-putus, belum begitu bagus,” ujarnya.

Internet gratis yang disiapkan Pemkab Tegal bersama PT SURGE tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah. Akses tersebut juga diarahkan untuk masyarakat umum, pondok pesantren, ruang publik, kawasan wisata, serta lokasi-lokasi yang akan dikembangkan sebagai zona literasi.

Teguh Mulyadi menjelaskan, pengembangan jaringan internet tersebut tidak terlepas dari upaya meningkatkan kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Tegal. Ia menyebut indeks kegemaran membaca Kabupaten Tegal berdasarkan survei pemerintah pusat berada pada angka 6 dalam skala 100.

Menurut Teguh, persoalan akses menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan buku dalam bentuk fisik, tetapi juga membutuhkan akses terhadap bahan bacaan digital seperti e-book.

Kalau hard copy mahal harganya, kalau e-book agak murah. Nah, e-book ini ternyata juga mengalami kendala karena kita sebagian besar SD, SMP, SMA, madrasah, MTs, ponpes, masyarakat umum, mahasiswa itu mengalami kendala untuk memperoleh akses internet,” jelas Teguh.

Proposal CSR yang diajukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal tersebut kemudian mendapat persetujuan dari PT SURGE dan diwujudkan dalam rencana pembangunan 1.000 titik internet gratis.

Berdasarkan surat Bupati Tegal kepada Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk tertanggal 31 Agustus 2026, pembangunan jaringan tersebut dirancang untuk mendukung percepatan transformasi digital, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas ruang akses literasi bagi pelajar dan masyarakat.

Dari total 1.000 titik, sebanyak 580 titik direncanakan berada di sekolah dasar (SD), 108 titik di sekolah tingkat SLTP, 18 zona literasi tingkat kecamatan, dan 287 zona literasi tingkat desa.

Sejumlah lokasi lain juga masuk dalam rencana zona literasi, seperti Kompleks GBN, Masjid Agung Slawi, Museum Sekolah, STKIP NU Tegal, Alun-Alun Hanggawana Slawi, Taman Rakyat Slawi (TRASA), serta Taman Bunga Slawi.

Teguh mengatakan, keberadaan jaringan tersebut nantinya diharapkan tidak berhenti pada penyediaan koneksi internet. Infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk memperbanyak titik-titik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang literasi digital.

Zona literasi yang tadinya hanya satu di Kabupaten Tegal, kita berarti akan bentuk ribuan zona literasi di Kabupaten Tegal,” katanya.

Penerima manfaatnya pun ditargetkan cukup luas. Selain pelajar, akses internet tersebut dapat digunakan oleh siswa SMP dan MTs, santri pondok pesantren, mahasiswa, masyarakat umum, hingga kader Posyandu.

Pemerintah desa juga akan dilibatkan dalam pelaksanaan program. Kepala desa diharapkan berperan sebagai koordinator di tingkat desa, termasuk membantu proses pengajuan dari sekolah, pondok pesantren maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan akses internet.

Dukungan pemerintah desa dinilai penting, terutama untuk membantu proses perizinan dan memastikan pembangunan jaringan di masing-masing wilayah dapat berjalan lancar.

Sementara itu, Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Andrew, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Tegal, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebelum pembangunan dimulai.

Koordinasi tersebut mencakup persiapan teknis, perizinan, hingga pengaturan akses bagi pengguna. “Kalo bisa tahun ini sudah selesai semua, Pak, 1.000 titik,” ujar Andrew.

Untuk teknologi yang digunakan, Andrew menjelaskan bahwa kualitas dan kecepatan jaringan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi. Layanan Internet Rakyat disebut dapat memiliki kecepatan hingga 100 Mbps, sedangkan jaringan fiber optik dapat mencapai 500 Mbps.

Pemilihan teknologi juga akan mempertimbangkan kondisi geografis dan ketersediaan infrastruktur. Lokasi yang memungkinkan dijangkau fiber optik akan diprioritaskan menggunakan jaringan tersebut. Sementara teknologi radio atau nirkabel dapat diterapkan di lokasi tertentu untuk mempercepat pembangunan.

Kalau memang itu bisa diakses fiber, lebih bagus pakai fiber karena secara kualitas pasti jauh lebih bagus, namanya pakai kabel dibandingkan pakai radio. Tapi kalau ada area-area tertentu untuk percepatan, tentu lebih cepat pakai radio karena tidak butuh pasang tiang,” jelas Andrew.

Melalui program tersebut, Pemkab Tegal berharap keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah dapat dikurangi. Selain membantu kebutuhan konektivitas, 1.000 titik tersebut diarahkan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem literasi digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, desa, pesantren, ruang publik hingga kawasan wisata.

Pewarta : R LATIF

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!