SURAKARTA, Gugat.id — Prestasi internasional yang membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Aliyah Binti Sukisman, mahasiswa baru angkatan 2026 asal Purworejo, berhasil meloloskan karya poster digitalnya yang berjudul RECONNECT dalam ajang bergengsi SEWUNARA 2026 (Semarang International Art & Design Festival).
Hebatnya, Aliyah yang baru menduduki bangku kuliah semester pertama ini mampu bersanding dengan sekitar 300 karya dari desainer dan seniman yang berasal dari 33 negara, seperti Irak, Tiongkok, Taiwan, Polandia, Rumania, hingga Meksiko. Pameran internasional ini diselenggarakan oleh Sekolah Desain (SOD) Universitas BINUS Semarang pada 26 September–10 Oktober 2026 di BINUS Immersive Gallery.
Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Koordinator Program Studi DKV ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, M.Sn., menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus kebanggaannya atas daya saing mahasiswa baru di kancah global.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi capaian Aliyah. Masuk sebagai mahasiswa baru dan langsung mampu menembus kurasi internasional yang ketat adalah bukti bahwa mahasiswa DKV ISI Surakarta memiliki kepekaan rasa, kreativitas, dan daya saing yang tinggi sejak awal masa studi. Karya RECONNECT bukan sekadar tugas akhir atau pajangan visual, melainkan sebuah respons kritis mahasiswa terhadap masa depan dunia. Ini sejalan dengan visi prodi untuk terus mendorong mahasiswa aktif menyuarakan isu-isu sosial dan lingkungan melalui media desain komunikasi visual di panggung internasional.“

SEWUNARA 2026 sendiri mengusung tema besar “City of Tomorrow” (Kota Masa Depan). Menjawab tantangan tersebut, Aliyah menghadirkan poster RECONNECT sebagai refleksi hubungan kehidupan modern dengan kelestarian alam. Secara visual, ia menggambarkan pohon yang terputus dari akarnya untuk merepresentasikan dampak urbanisasi, dipadukan dengan siluet kota berbentuk USB sebagai simbol keterikatan yang tak terpisahkan antara manusia, teknologi, kota, dan alam.
Proses kreatif pembuatan poster ini memakan waktu sekitar satu minggu di bawah bimbingan langsung dosen DKV ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso. Aliyah memulai tahap ilustrasi menggunakan aplikasi IbisPaint sebelum akhirnya disempurnakan melalui berbagai perangkat lunak desain grafis lainnya.
“Saya sangat bersyukur dan bahagia bisa lolos kurasi di SEWUNARA 2026. Ini pengalaman baru yang sangat berkesan dan memperluas wawasan saya. Terima kasih kepada pihak penyelenggara, kampus DKV ISI Surakarta, dan dosen pembimbing yang terus mengawal karya ini hingga siap dipamerkan,” ungkap Aliyah penuh haru.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi mahasiswa DKV ISI Surakarta lainnya untuk berani menembus batas, berkarya, serta menyuarakan pesan-pesan positif bagi masyarakat luas di berbagai ajang seni dan desain mendatang.
(Red/prahumas ISI)