Surakarta, gugat.id -Dalam upaya memperkuat pembelajaran kontekstual di sekolah vokasi, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Meningkatkan Pembelajaran Kontekstual melalui Desain Schoolscape Bilingual di SMK Kesehatan Miftahul Jannah Sragen.” Program ini dipimpin oleh Faricha Rizqi, M.Pd., dosen Prodi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain, dengan anggota Ayu Ratna Pertiwi, S.T., M.Ars. dan Hisyam Dhiya Muflih, mahasiswa Desain Interior. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi ISI Surakarta dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis desain dan bahasa yang relevan bagi pendidikan kejuruan.
Program ini berfokus pada pengembangan schoolscape bilingual, yaitu elemen visual edukatif yang menggabungkan bahasa Indonesia dan Inggris dalam bentuk poster tematik, infografis kesehatan, signage ruang, dan papan informasi interaktif. Desain ini berfungsi menghidupkan suasana belajar yang komunikatif sekaligus memperluas paparan kosakata kejuruan siswa secara alami. Dengan pendekatan ini, ruang-ruang sekolah diubah menjadi media pembelajaran yang dinamis, menarik, dan fungsional.

Pelaksanaan program berlangsung sejak April hingga Agustus 2025 di SMK Kesehatan Miftahul Jannah Sragen, beralamat di Jl. Kaswari No.09, Ngrandu, Nglorog, Sragen, Jawa Tengah. Kegiatan diawali dengan observasi dan diskusi bersama guru serta siswa untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran. Selanjutnya dilakukan proses desain, validasi istilah medis, dan pemasangan schoolscape di area strategis sekolah. Kolaborasi antara tim ISI Surakarta dan pihak sekolah menjadikan kegiatan ini sebagai contoh sinergi yang efektif antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan.
Menurut Faricha Rizqi, M.Pd., schoolscape bilingual bukan sekadar hiasan ruang, tetapi sarana belajar pasif yang memperkaya pengalaman siswa. “Kami ingin siswa belajar dari lingkungan mereka sendiri melalui visual dua bahasa yang aplikatif,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMK Kesehatan Miftahul Jannah Sragen, Nurul Azizah S.J., M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini. “Program ISI Surakarta membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan memperindah lingkungan sekolah kami. Siswa lebih termotivasi dan sekolah menjadi lebih adaptif terhadap perubahan zaman,” ungkapnya.
Melalui program ini, ISI Surakarta menunjukkan komitmennya untuk mengintegrasikan seni, desain, dan pendidikan sebagai kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pembelajaran vokasi di Indonesia.
(Redaksi)