Gunungkidul (gugat.id) – Kelompok usaha Batik Tulus Watugilang A, Mulusan Kapanewon Paliyan, berhasil menyabet juara 1 lomba kelompok usaha wanita go digital yang diselenggarakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY, dalam rangka memperingati hari Kartini 2023 di Bangsal Kepatihan, Rabu (03/05/23).
Kelompok usaha batik Tulus tersebut dibentuk pada Tahun 2020 dengan anggota sebanyak 20 ibu-ibu se-Kapanewon Mulusan. Pada kesempatan ini k belompok Batik Tulus berhasil menyabet juara I Lomba kelompok usaha wanita go digital Tahun 2023. Pengumuman pemenang dan penerimaan tropi dilaksanakan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Kartini Daerah Istimewa Yogyakarta.
UMKM yang menjadi kriteria lomba adalah UMKM yang berbentuk kelompok usaha dimana anggotanya didominasi oleh wanita. Kelompok usaha adalah kumpulan pelaku usaha yang dibentuk berdasarkan kesamaan kepentingan seperti kondisi lingkungan sosial, ekonomi, sumber daya, tempat atau keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.
Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan lomba ini antara lain untuk mendorong pengembangan UMKM di DIY, khususnya kelompok usaha wanita, menciptakan ekosistem usaha go digital, membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat, mengkampanyekan budaya transaksi non tunai kepada masyarakat dan meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap produk atau layanan jasa keuangan.
Dalam kesempatan berbeda pembina usaha batik Tulus Sigit Haryanto,SP.MAP Subkor Perekonomian Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Gunungkidul berharap batik Tulus Mulusan bisa menjadi percontohan sekaligus mendorong semangat bagi UMKM lain di Gunungkidul .
“Kelompok Batik Tulus kita pilih mewakili TPAKD Kabupaten Gunungkidul karena kita tahu kelompok ini memang bagus dan nanti kedepannya kelompok ini bisa menjadi percontohan bagi UMKM yang lain” ujarnya, Sabtu (06/05/23).
Seperti diketahui dalam era transformasi digital sekarang terjadi perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi, dari bertransaksi cash menjadi cashless. Guna mendorong UMKM dalam menghadapi persaingan di era digital ini, khususnya kelompok usaha wanita perlu adanya komitmen bersama dari semua pihak untuk membentuk suatu ekosistem usaha. Hal ini diinisiasi dengan kerjasama antara TPAKD Provinsi dan Kabupaten atau kota bersama Bank BPD DIY dan OJK DIY untuk berkolaborasi menciptakan ekosistem digital bagi para pelaku usaha wanita.
(red/v3)