Idul Adha Sudah Dekat, Penjualan Kambing Masih Sepi |

Idul Adha Sudah Dekat, Penjualan Kambing Masih Sepi

By

Kendal, gugat.id – Hari raya Idul adha tinggal dalam hitungan hari lagi, namun begitu ternyata penjualan kambing untuk kurban masih saja sepi. Bahkan di beberapa tempat yang tahun-tahun lalu biasanya menjual kambing, kali ini tidak terlihat.

Jumadi, salah satu pedagang kambing di Trompo, Kota Kendal, mengatakan bahwa semua hewan kambing kurban yang dijual sudah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan. Bahkan petugas kesehatan hewan sudah dua kali melakukan pemeriksaan, sejak mulai membuka lapaknya, dua pekan lalu akan tetapi sampai saat ini baru terjual 10 kambing. Padahal pada tahun lalu, sekitar sepuluh hari sebelum hari raya sudah terjual 25 kambing lebih. Dan juga semua hewan kambing kurban yang dijual sudah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan. Bahkan petugas kesehatan hewan sudah dua kali melakukan pemeriksaan, sejak mulai membuka lapaknya, dua pekan lalu.

“Lebih ramai tahun lalu, tapi biasanya paling ramai ya tiga hari sebelum hari raya, kambingnya dijamin sehat, semua sudah diperiksa petugas kesehatan dan diberi obat untuk jaga-jaga, kalau ada yang sakit,” katanya, Selasa, (21/0623).

Jumadi mengaku, harga kambing kurban mengalami kenaikan sekitar Rp 300 ribu per ekor dibandingkan harga tahun lalu. Harga kambing kurban kali ini mulai Rp 3,7 juta hingga Rp 5 juta. Padahal pada tahun lalu, harga kambing kurban mulai Rp 3,4 juta per ekor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, stok kambing kurban di Kendal lebih dari cukup, karena wilayah Kendal termasuk sentra ternak kambing di Jawa Tengah.

Baca juga: https://www.gugat.id/tim-fakultas-bioteknologi-ikuti-indonesia-international-food-exhibition-2023/

Kepada pedagang kambing kurban dihimbau agar membuat kandang yang sesuai standar kesehatan atau model kandang panggung dan hewan untuk kurban dipastikan dalam kondisi sehat. Untuk itu, pihak Dinas sendiri mengerahkan sejumlah petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan di seluruh tempat penjualan hewan kurban.

“Kambing itu gampang sakit, bisa karena bakteri atau virus, jadi kandang harus sesuai standar, jangan langsung di tanah, kami (Dinas) punya sembilan dokter hewan, dibantu paramedis dari sarjana peternakan dan sarjana pertanian yang sudah diberi bekal untuk melakukan pemeriksaan hewan,” pungkasnya.

(red)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!