Yogyakarta, gugat.id – Pemilu adalah sarana perwujudan kedaulatan rakyat untuk membentuk pemerintahan perwakilan. Di Indonesia pemilu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Pada 14 Febuari 2024 Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum ( Pemilu)
Pemilu tahun 2024 ini, masyarakat Indonesia akan mencoblos beberapa surat suara. Diantaranya surat suara untuk anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, Presiden dan Wakil Presiden.
Dalam kontestasi pemilu kali ini diharapkan status sosial dimasyarakat harus tetap terjaga dan kondusif. Lalu bagaimana kondisi status sosial di Indonesia menjelang pemilu tahun ini ?.
Dilansir dari program podcast radio idola.com Semarang, Selasa (30/01/24). AB.Widyanta selaku pengamat politik sekaligus dosen Sosiolog UGM menggambarkan bahwa menjelang Pemilu kali ini masih ada gejolak-gejolak kecil di masyarakat tetapi masih dalam sebatas kondusif.
“Konflik-konflik kecil masih terjadi namun masih dalam sebatas kondusif dalam pengertian masyarakat berdinamika,” papar AB Widiyanta.
Dalam obrolan podcast tersebut Bung Abe sapaan akrabnya menjelaskan bahwa yang menjadi penting adalah bagaimana kita melihat pemilu itu seperti apa, menurutnya pemilu adalah bagian dari ritual lima tahunan dimana masyarakat harus memilih pemimpin yang dianggap terbaik.
“Pemilu ini adalah suatu proses bagaimana kita memilih pemimpin yang terbaik yang rasionalisasi, kita uji dalam pengertian tentang kapasitas, kapabilitas dan kredibilitas sebagai calon pemimpin dan ketika mereka terpilih mereka harus lima tahun bekerja sesuai dengan amanah rakyat,”ucapnya.
Lebih lanjut ia memaparkan bahwa ketika masyarakat sudah memilih calon pemimpin yang dianggap kompeten, harapannya tidak sampai selesai begitu saja. Namun diharapkan masyarakat akan mampu mengontrol kinerja dan janji-janji politik yang sudah dinyatakan melalui kampanye.
“Pekerjaan kita bukan hanya di pemilu bukan hanya mencoblos saja tetapi bagaimana kita mengawasi kinerja mereka, apakah mereka betul-betul melayani publik melayani masyarakat melayani warga yang memilihnya, itu artinya apakah mereka amanah atau tidak,”imbuhnya.
baca juga: Santika Best Wedding Deals 2024, Wujudkan Pernikahan Impian Bersama Santika Indonesia Hotels & Resorts
AB.Widyanta menegaskan agar masyarakat tidak dimanipulasi tidak dijanjikan dengan catatan -catatan yang sering kali menebar janji, hoaks dan nalar-nalar yang kalo dipikirkan tidak masuk akal. Abe berharap agar masyarakat tidak terbawa perasaan (baper) dan untuk selalu mengedepankan rasionalitas dalam memilih calon pemimpin.
(Red/hmw)