Tegal, Gugat.id – Dalam upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap mata uang nasional, Bank Indonesia (BI) Tegal terus menunjukkan komitmennya melalui langkah nyata. Kali ini, BI Tegal bersinergi dengan Polres Tegal Kota lewat kegiatan Training of Trainers (ToT) bertajuk BINMAS MENYAPA (Bank Indonesia dan Bhabinkamtibmas Mengedukasi & Mengajak Masyarakat Paham Tentang Literasi Rupiah), yang digelar pada Selasa (21/10). Sebanyak 35 anggota Bhabinkamtibmas mengikuti pelatihan ini untuk menjadi agen edukasi Rupiah di tengah masyarakat.

Tegal, Gugat.id – Dalam upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap mata uang nasional, Bank Indonesia (BI) Tegal terus menunjukkan komitmennya melalui langkah nyata. Kali ini, BI Tegal bersinergi dengan Polres Tegal Kota lewat kegiatan Training of Trainers (ToT) bertajuk BINMAS MENYAPA (Bank Indonesia dan Bhabinkamtibmas Mengedukasi & Mengajak Masyarakat Paham Tentang Literasi Rupiah), yang digelar pada Selasa (21/10). Sebanyak 35 anggota Bhabinkamtibmas mengikuti pelatihan ini untuk menjadi agen edukasi Rupiah di tengah masyarakat.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah gerakan literasi kebangsaan. Melalui BINMAS MENYAPA, Bank Indonesia Tegal ingin menanamkan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) kepada masyarakat melalui sosok Bhabinkamtibmas, para aparat yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan warga di tingkat kelurahan dan desa. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak yang menyalurkan semangat kebanggaan terhadap Rupiah hingga ke akar rumput.
Dalam sambutannya, Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Teguh Triyono, menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga keuangan dan aparat keamanan untuk mencerdaskan masyarakat. “Cinta Rupiah bukan hanya tentang mengenali uang, tapi juga menjaga simbol kedaulatan negara. Setiap lembar Rupiah mencerminkan perjuangan dan kebanggaan bangsa Indonesia,” ujarnya penuh makna.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif tentang bagaimana mencintai Rupiah dengan mengenali karakteristik dan desainnya, serta cara merawat uang agar tetap layak edar. Sementara semangat Bangga Rupiah ditanamkan dengan pemahaman bahwa Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan lambang kedaulatan dan pemersatu bangsa. Adapun Paham Rupiah diharapkan mampu mendorong masyarakat agar bijak dalam bertransaksi, berhemat, dan mengelola keuangan dengan cerdas.
Tak berhenti di sana, BI Tegal juga memperluas edukasi dengan memberikan literasi tentang kebijakan Sistem Pembayaran Nasional. Peserta diperkenalkan pada instrumen pembayaran digital modern seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini menjadi bagian penting dari gaya hidup keuangan masyarakat modern. Pelatihan ini turut membahas peran Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional, sebuah wawasan penting agar para Bhabinkamtibmas memiliki pemahaman luas tentang ekonomi bangsa.
Teguh Triyono menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa para Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui Rupiah. Dengan pemahaman yang benar, mereka bisa menjadi sumber informasi terpercaya dan agen perubahan positif di masyarakat.”
Sinergi antara Bank Indonesia Tegal dan Polres Tegal Kota ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai dan memahami Rupiah, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Dengan memberdayakan 35 Bhabinkamtibmas sebagai duta literasi Rupiah, BI Tegal optimistis semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah akan menyebar luas, menjadikan masyarakat semakin cerdas, mandiri, dan berdaya dalam menopang stabilitas ekonomi nasional.
Pewarta: R.Latief