Tegal, Gugat.id – Perubahan sosial yang bergerak cepat, tantangan keamanan yang semakin dinamis, hingga tuntutan masyarakat yang terus berkembang menjadi perhatian serius jajaran TNI AD. Menjawab tantangan tersebut, Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono mengambil langkah strategis dengan memperkuat kualitas aparat kewilayahan melalui Program Koramil Model yang digelar di Koramil 01/Tegal Barat.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Koramil Model menjadi ruang pembelajaran sekaligus laboratorium teritorial bagi para Babinsa dan personel kewilayahan untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Puluhan peserta dari perwakilan Koramil jajaran Korem 071/Wijayakusuma tampak mengikuti setiap materi dengan antusias. Mereka dibekali pengetahuan tentang komunikasi sosial, ketahanan wilayah, hingga metode pembinaan teritorial yang efektif dan terukur.
Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono menegaskan bahwa seorang Babinsa dituntut tidak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga mampu memahami berbagai dinamika yang berkembang di wilayah binaannya.

“Setiap Babinsa harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu menjawab dinamika dan kebutuhan masyarakat di wilayah binaan,” tegasnya.
Menurutnya, profesionalisme aparat teritorial menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung program pembangunan daerah.
Karena itu, Koramil Model dirancang sebagai pusat pembelajaran yang mampu melahirkan prajurit-prajurit teritorial yang adaptif, responsif, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
“Koramil harus mampu menjadi pusat pembelajaran yang melahirkan aparat teritorial yang adaptif dan responsif,” ujar Rachmat.
Tidak hanya menerima materi teori di dalam ruangan, para peserta juga mendapatkan pemahaman langsung mengenai teknik pembinaan teritorial yang aplikatif. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata ketika kembali bertugas di wilayah masing-masing.
Dandim juga menekankan bahwa keberhasilan pembinaan teritorial tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi kunci utama terciptanya wilayah yang aman dan kondusif.
“Kolaborasi seluruh komponen wilayah sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan pembinaan teritorial yang berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta mampu membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan untuk kemudian diterapkan demi kepentingan masyarakat.
“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus diterapkan secara nyata demi kepentingan masyarakat dan wilayah,” pungkasnya.
Kegiatan Koramil Model tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Tegal Barat, mulai dari camat, kapolsek, tokoh masyarakat hingga berbagai elemen masyarakat lainnya yang mendukung penguatan pembinaan teritorial di wilayah Kota Tegal.
Pewarta : Iqbal R