Madiun, Gugat.id – Pemerintah Desa Jetis Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dipadukan dengan Kelas Ibu Balita dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis program Dapur Sehat Atasi Stunting (DashaT), Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia. Melalui konsep integrasi layanan, masyarakat dapat mengakses berbagai pelayanan kesehatan dalam satu lokasi yang mudah dijangkau.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Kelas Ibu Balita yang dirancang sebagai sarana edukasi bagi orang tua dan pengasuh dalam memahami tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Dalam kelas tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, stimulasi perkembangan anak sesuai usia, pencegahan penyakit, hingga deteksi dini risiko stunting.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan kader kesehatan, tenaga kesehatan dari puskesmas, serta berbagai unsur masyarakat yang peduli terhadap isu kesehatan dan gizi anak. Materi disampaikan melalui diskusi, tanya jawab, simulasi, hingga praktik langsung pembuatan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sehat dan bergizi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap perbaikan status gizi balita, kegiatan juga diisi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) yang mengacu pada menu DashaT. Program ini memanfaatkan bahan pangan lokal bergizi yang mudah diperoleh masyarakat, seperti telur, ikan, tempe, daun kelor, jagung, dan ubi.
Sebelum PMT dibagikan, peserta terlebih dahulu mengikuti demonstrasi memasak dan penyuluhan singkat mengenai penyusunan menu sehat yang memenuhi kebutuhan gizi anak usia 6 hingga 59 bulan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam menyediakan makanan bergizi secara mandiri di rumah.
Rangkaian kegiatan Posyandu ILP Desa Jetis meliputi registrasi peserta, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, pemantauan Kartu Menuju Sehat (KMS), pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan dan kelas balita, demonstrasi memasak menu DashaT, hingga pemberian PMT kepada seluruh balita yang hadir.
Kepala Desa Jetis, Suprihatin, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Posyandu ILP menjadi wadah penting untuk memastikan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkala sekaligus meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini,” ujarnya.
Menurut Suprihatin, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada intervensi kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, kader posyandu, PKK, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat secara luas.
“Melalui integrasi layanan yang menyeluruh, pendekatan partisipatif, dan pemanfaatan pangan lokal melalui program DashaT, kami berharap angka stunting dapat terus ditekan. Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan juga semakin meningkat sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.
(Baa)