BBWS Pastikan MT 2 2027, Sawah Raimataus Tak Lagi Kekeringan |

BBWS Pastikan MT 2 2027, Sawah Raimataus Tak Lagi Kekeringan

By

Malaka, Gugat.id – Kabar baik datang bagi para petani di Desa Raimataus, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II memastikan jaringan irigasi Mata Air Weliman akan diperbaiki sehingga kebutuhan air untuk musim tanam kedua (MT 2) tahun 2027 diharapkan dapat terpenuhi.

Kepastian tersebut disampaikan setelah tim BBWS bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan survei langsung terhadap kondisi jaringan irigasi Mata Air Weliman, Kamis (1/10/2026).

Dalam survei tersebut, tim BBWS yang dipimpin Soni Toelle melakukan pengukuran saluran, mencatat sejumlah kerusakan, serta berdialog langsung dengan para petani untuk mengetahui kondisi distribusi air selama ini.

Dari hasil survei, BBWS memastikan perbaikan jaringan irigasi akan dilakukan tahun ini. Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah pengerukan sedimentasi sepanjang sekitar 1.100 meter. Selain itu, sejumlah bagian saluran yang jebol akan diperbaiki dengan pengecoran.

Penataan pembagian air dari Mata Air Weliman juga akan dilakukan agar distribusinya lebih merata dan air dapat mengalir hingga ke lahan pertanian yang berada di bagian paling ujung, termasuk persawahan warga Raimataus.

“Survei sudah selesai, tahun ini masuk perbaikan. Kami pastikan MT 2 tahun 2027 Raimataus tidak akan kekeringan lagi,” ujar Soni.

Selama ini, musim tanam kedua menjadi persoalan serius bagi petani Raimataus, terutama ketika memasuki kemarau panjang. Penurunan debit Mata Air Weliman ditambah kondisi saluran yang rusak serta sedimentasi menyebabkan aliran air tidak mampu menjangkau seluruh areal persawahan.

Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian petani mengalami gagal panen dan harus menanggung kerugian hingga jutaan rupiah.

Melalui perbaikan jaringan irigasi tersebut, BBWS menargetkan aliran air dari Mata Air Weliman dapat kembali optimal. Distribusi air diharapkan mampu mengalir lebih lancar dari kawasan hulu hingga ke persawahan yang selama ini berada di bagian paling akhir jaringan irigasi.

Petani Raimataus pun menyambut baik rencana tersebut. Yohanes Hane, yang mewakili para petani Raimataus, berharap perbaikan yang dijanjikan BBWS benar-benar terealisasi sesuai rencana.

Menurutnya, perbaikan jaringan irigasi menjadi harapan besar bagi petani agar mereka tidak lagi dihantui ancaman kekeringan dan gagal panen setiap memasuki musim tanam kedua.

Jika perbaikan berjalan sesuai rencana, MT 2 tahun 2027 diharapkan menjadi momentum baru bagi petani Raimataus untuk kembali meningkatkan produksi pertanian dengan dukungan pasokan air irigasi yang lebih baik.

(D’jan)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!