Boneka Wayang Buddha Hasil Riset Dosen ISI Solo Dipamerkan Pada Even Hari Wayang Dunia X |

Boneka Wayang Buddha Hasil Riset Dosen ISI Solo Dipamerkan Pada Even Hari Wayang Dunia X

By

Jawa Tengah, gugat.id – Tim Peneliti dari Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo) yang terdiri dari Dr. Sunardi, S.Sn., M.Sn., Jaka Rianto, S.Kar., M.Hum., dan Dr. Katarina Indah Sulastuti, S.Sn., M.Sn., serta mitra penelitian dari PEPADI Kota Solo, Prof. Dr. Sarwanto, S.Kar., M.Hum., berhasil mengkreasi boneka wayang buddha yang dipamerkan pada gelaran Hari Wayang Dunia X, mulai tanggal 1 sampai dengan 3 Nopember 2024.

Kreasi dan inovasi boneka wayang buddha disuport pendanaannya dari DRTPM, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI melalui skema penelitian terapan.
Pameran wayang inovatif digelar di selasar Pendopo GPH Joyo Kusumo, mempertemukan para kreator, kolektor, peneliti, dan pengrajin dari berbagai daerah.

Beragam boneka wayang dipamerkan antara lain: wayang kulit purwa gaya Surakarta, gaya Yogyakarta, bangumasan, jawatimuran, cirebonan, wayang kampung sebelah, wayang relief, wayang garudeya, wayang perjuangan, wayang hip hop, wayang kartun, wayang setanan, gunungan berbagai nama, wayang golek, lukisan wayang, wayang rai wong, wayang planet dan wayang-wayang lainnya.

Pameran diikuti para kreator dan kolektor ternama seperti: Ki Purbo Asmoro, Ki Wardono, Ki Kukuh Bayu Aji, Ki Jlitheng Suparman, dan seniman lainnya.

Salah satu boneka wayang yang dipamerkan yaitu wayang buddha hasil riset para dosen ISI Solo. Mereka mencoba merepresentasikan tokoh-tokoh pada relief Gandawyuha ke dalam bentuk visual boneka wayang buddha. Boneka wayang ini, diantaranya tokoh Sang Buddha, Sang Buddha Padmasana, Pangeran Sudhana, Resi Manjusri, dan Begawan Maitreya merupakan hasil inovasi atas dasar tafsir terhadap relief Gandawyuha yang ada di Candi Borobudur. Tokoh-tokoh ini merupakan tokoh kunci dalam cerita Gandawyuha.

Dalam riset dijelaskan bahwa beragam boneka wayang buddha menunjukkan adanya transformasi narasi visual dari relief Gandawyuha menjadi boneka wayang. Bentuk tokoh-tokoh dalam relief ditafsir kembali dalam visualisasi tokoh-tokoh wayang. Tokoh Buddha ditasir dalam 2 versi, yaitu Buddha dengan figur secara utuh dan Buddha dengan tambahan bunga teratai dan pancaran aura religiusnya dikenal dengan Buddha Padmasana. Tokoh Sudhana ditafsir sebagai pemuda tampan dengan busana layaknya seorang bangsawan. Tokoh Manjushri ditafsir atas dasar statusnya sebagai brahmana sehingga divisualisasikan sebagai tokoh pendeta. Adapun tokoh Maitreya sebagai brahmana divisualisasikan dalam bentuk wayang tokoh pendeta. Tokoh-tokoh yang divisualisasikan mewakili tokoh penting dalam relief Gandawyuha.

Baca juga: https://www.gugat.id/perkuat-identitas-di-tengah-arus-global-uwm-gaungkan-kearifan-lokal-dalam-pendidikan/

Pada riset ini juga diperlihatkan terjadinya perubahan bentuk visual tokoh-tokoh dalam relief Gandawyuha ke dalam visualisasi boneka wayang. Perubahan ini diperlihatkan pada beberapa kecenderungan. Pertama, bentuk tokoh tiga dimensi dikreasi menjadi 2 dimensi. Kedua, perubahan media relief (batu) menjadi boneka wayang (kulit). Ketiga, relief dengan figur manusia digubah menjadi figur boneka wayang. Keempat, perubahan warna batu (hitam) dikreasi dalam warna-warni (sunggingan). Dengan demikian perubahan relief tokoh cerita Gandawyuha menjadi boneka wayang dalam lakon Gandawyuha memberikan ruang tafsir terbuka bagi kreator serta berdampak pada pengenalan tokoh-tokohnya kepada masyarakat secara luas.

Pengenalan tokoh-tokoh wayang buddha, khususnya cerita Gandawyuha memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat mengenai visualisasi relief candi dalam bentuk boneka wayang. Hal ini diharapkan mempermudah pemahaman masyarakat terhadap tokoh-tokoh pada relief candi. Dan yang tak kalah penting bahwa kreasi dan inovasi dimaksudkan agar masyarakat tertarik dengan relief Gandawyuha yang ada di Candi Borobudur serta lebih memahami tokoh-tokoh yang ada di sana. Pada intinya pameran boneka wayang buddha diharapkan berdampak positif bagi penguatan wisata Candi Borobudur dan pengembangan seni wayang Indonesia.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!