Dampak Hujan Durasi Lama dan Angin Kencang di Kabupaten Sleman, Wilayah Kalasan Terparah |

Dampak Hujan Durasi Lama dan Angin Kencang di Kabupaten Sleman, Wilayah Kalasan Terparah

By

Sleman, gugat.id – Pusat Data dan Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB BPBD) Kabupaten Sleman melaporkan dampak signifikan akibat hujan dengan durasi lama disertai angin kencang yang terjadi pada Senin, 14 Oktober 2024, pukul 14:40 WIB. Peringatan dini dari BMKG DIY yang dikeluarkan sebelumnya pada pukul 13:55 WIB menyatakan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa kecamatan, termasuk Prambanan dan Kalasan.

Dalam rekapitulasi kerusakan, Kapanewon Kalasan tercatat sebagai wilayah dengan dampak terparah, dengan 26 titik terdampak, dua korban luka berat dan satu luka ringan yang dirujuk ke fasilitas kesehatan. Terdapat pula 8 rumah rusak ringan, 24 pohon tumbang, serta kerugian ditaksir mencapai Rp 627.750.000.

Kapanewon Ngaglik juga mengalami kerusakan yang signifikan dengan 60 titik terdampak, termasuk 43 rumah rusak ringan dan 9 rumah rusak berat. Kerusakan di wilayah ini ditaksir mencapai Rp 173.000.000. Kapanewon Depok melaporkan 7 titik terdampak dengan total kerugian sekitar Rp 5.250.000, sementara Kapanewon Ngemplak dan Sleman mencatat dampak lebih ringan dengan total kerugian masing-masing Rp 4.250.000 dan kerusakan pada dua tempat usaha.

Sementara itu korban luka yang dirawat di RS Panti Rini mencakup seorang anak berusia 9 tahun dengan fraktur pada kaki, serta dua orang dewasa dengan cedera kepala dan memar. PUSDALOPS BPBD Kabupaten Sleman menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini.

Untuk mengatasi situasi ini, BPBD Sleman telah melakukan asesmen dampak, berkoordinasi dengan lembaga terkait, serta melakukan pemotongan pohon dan penyerahan logistik. Personel yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Sleman, pemerintah kalurahan, TNI, Polri, komunitas relawan, serta warga setempat.

Makwan, S.TP, MT, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman mengingatkatkan masyarakat pemilik dan pengguna bangunan Limasan atau joglo tanpa dinding adalah bangunan yang sering mengalami ambruk terdampak angin kencang, bahkan ada korban dihimbau utk diberi penguatan konstruksinya potensi cuaca ekstrim dimasa panca roba

Berkaitan dengan masih berpotensi terjadi cuaca ekstrim yang diikuti angin kencang, hujan lebat waktu singkat, petir dimasa pancaroba tahun ini kami menghimbau kepada masyarakat berrdasarkan pengalaman karena kontruksi tiangnya hanya numpang di umpak, untuk memberi penguatan pada kontruksi jika memungkinkan dipasanh dinding atau secara tehnis dipersilahkan diperkuat untuk memastikan masyarakat yang beraktifitas di joglo atau limasan apabila terjadi angin kencang tidak menjadi korban,” ujarnya.

(red/Gng)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!