Gunungkidul, gugat.id – Suara dalang, alunan musik gamelan, dan tembang tembang jawa saling bersahutan di Pendopo Bangsal Sewokoprojo Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, pada Selasa (22/10/2024). Puluhan warga Kabupaten Gunungkidul penasaran dengan pertunjukkan tersebut. Terlihatlah yang menjadi dalang adalah anak-anak dan remaja usia 12-17 tahun. Dalang-dalang muda tersebut silih berganti menghibur pengunjung yang datang.
Para dalang muda tersebut merupakan peserta dari Festival Pedalangan Wayang Golek Anak dan Remaja yang digelar oleh Dinas Kundha Kabudayan Gunungkidul. Dengan cerita yang telah mereka persiapkan, para dalang berhasil membuka acara itu terlihat meriah.
Kepala Dinas Kundha Kabudayan Gunungkidul Chairul Agus Mantara, S.IP, MM mengatakan dengan adanya Festival Pedalangan Wayang Golek menandakan bahwa Gunungkidul sangat apresiatif dan terbuka untuk menerima semua jenis peradaban budaya dari manapun.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa menyelenggarakan Festival Pedalangan Wayang Golek harapannya, ini bisa menjadikan pendamping untuk kemajuan seni peradaban seni budaya di Gunungkidul,” jelas Agus Mantara.
Lanjut Agus, Festival Pedalangan Wayang Golek akan berlangsung selama 3 hari yang akan diikuti oleh dalang-dalang muda di Kabupaten Gunungkidul untuk mengembangkan potensi seni budaya yang ada.
“Kemarin kita sudah laksanakan Festival Pedalangan Wayang Kulit, untuk kali ini kita lanjutkan dengan Festival Pedalangan Wayang Golek”, lanjutnya.
Meskipun festival kali berbasis kewilayahan, melalui kepala-kepala bidang Kundha Kabudayan Gunungkidul maupun Taman Budaya, Agus Mantara beharap kegiatan festival tidak berdasarkan kepada kewilayahan saja. Sehingga siapapun warga Gunungkidul bisa mengikuti.
“Tentunya akan lebih kompetitif jika kegiatan tidak berbasis kewilayahan, karena jika berdasarkan kewilayahan hanya dibatasi satu peserta saja setiap untuk kapanewon, namun jika setiap kegiatan tidak berdasarkan non kewilayahan maka akan membuka peluang bagi masyarakat gunungkidul untuk mengikutinya,” pungkasnya.
(Redaksi)