FGD Akses Global Tetra 3: MES DIY Perkuat Wirausaha dan Ekosistem Industri Halal Menuju Pasar Global |

FGD Akses Global Tetra 3: MES DIY Perkuat Wirausaha dan Ekosistem Industri Halal Menuju Pasar Global

By

Yogyakarta, gugat.id – Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Akses Global Tetra 3: Kualitas Wirausaha (Pasar Kompetisi) G2R Tetrapreneur”, Jumat (29/8/2025) di Ruang Rapat Wisanggeni, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.29 Agustus 2025

FGD ini dipimpin oleh Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., Kepala Departemen Industri Halal MES DIY sekaligus Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur. Turut hadir Ir. Edy Muhammad, Koordinator Industri Halal Inti 1, serta Yunet Wahyuningsih, Koordinator Industri Halal Berkembang 2.

Peserta diskusi berasal dari jejaring G2R Tetrapreneur di berbagai wilayah DIY, akademisi, hingga mahasiswa Program Doktor Perekonomian Islam.

Empat Isu Strategis

Forum ini membahas empat isu utama, yaitu:

  1. Akses pasar internasional dengan fokus penetrasi produk halal lokal ke Kairo dan Timur Tengah.
  2. Pengembangan kawasan halal terintegrasi di DIY sebagai pusat inovasi.
  3. Persiapan International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025 yang mempertemukan pelaku usaha, akademisi, dan regulator.
  4. Penguatan retail produk unggulan G2RT untuk memperluas branding dan distribusi.

Dalam pemaparannya, Rika Fatimah menegaskan bahwa DIY memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Hal itu dibuktikan dengan capaian Penghargaan ADINATA Syariah 2025.

Melalui FGD ini, kami ingin menyusun roadmap yang jelas, mulai dari pelatihan, pengembangan produk, hingga penetrasi ekspor. Dengan begitu wirausaha syariah di DIY memiliki arah yang terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.

FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penyusunan business roadmap, pemetaan potensi ekspor, dan penguatan kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah, asosiasi industri, hingga media nasional.

Dengan sinergi tersebut, Yogyakarta diharapkan menjadi model pengembangan wirausaha halal berkelanjutan di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada pencapaian target ekonomi syariah nasional.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!