Gunungkidul, gugat.id – Kesadaran akan pentingnya penghijauan mulai diwujudkan melalui Gerakan Menanami Alam Indonesia (GMAI), sebuah inisiatif untuk menanam pohon demi menyelamatkan lingkungan. Gerakan ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah diwujudkan melalui aksi nyata di Pantai Krakal, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (14/1/2025).
Kegiatan ini digagas oleh pemilik PT. Minuman Air Indonesia (MAI) dan PT. Gudang Pariwisata Indonesia, yang dikenal dengan sapaan akrabnya, Bunda Mai. Bersama tim baksos MAI Water, PT. Gudang Pariwisata Gunungkidul, dan sejumlah anak-anak pantai, mereka menanam berbagai jenis bibit pohon, termasuk ketapang, sengon, cemara, kayu manis, serta pohon buah seperti rambutan, sirsak, kepel, petai, dan jengkol.

Dalam keterangannya kepada media, Bunda Mai menekankan pentingnya menanamkan kesadaran merawat lingkungan kepada generasi muda. “Baksos kali ini sengaja melibatkan anak-anak agar mereka belajar sejak dini bagaimana merawat alam. Saya juga menyampaikan kepada mereka bahwa menanam pohon adalah bentuk sedekah sekaligus ibadah,” ujar Bunda Mai.
Menurutnya, upaya ini harus menjadi gerakan serentak oleh berbagai pihak untuk menjaga keseimbangan alam. “Kalau tidak dimulai sekarang dan dilakukan secara menyeluruh, dampaknya bisa menjadi petaka bagi kita semua,” tambahnya.
Baca juga: https://www.gugat.id/danrem-072-pamungkas-berikan-arahan-dan-motivasi-di-kodim-0705-magelang/
Aksi ini juga bertujuan untuk mematahkan idiom lama yang menyindir sikap acuh terhadap kelestarian lingkungan: “Hanya kera yang mau memakan tapi tidak mau menanam.” Dengan gerakan seperti ini, Bunda Mai berharap masyarakat dapat lebih peduli dan aktif dalam menjaga kelestarian alam.
GMAI menjadi pengingat bahwa merawat bumi tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Langkah kecil seperti menanam pohon bisa memberikan dampak besar bagi generasi mendatang.
(Redaksi)