Gunungkidul, gugat.id – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025. Acara ini berlangsung di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Selasa (14/1/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengapresiasi partisipasi aktif para peserta yang diharapkan mampu memberikan ide dan gagasan cemerlang demi kemajuan daerah. Ia menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam tata kelola pemerintahan untuk meningkatkan pelayanan publik.
“Mudah-mudahan dengan pemikiran bapak ibu sekalian, ide dan gagasan luar biasa ini, dalam kurun waktu tertentu, terutama di tahun 2026 ke depan, Gunungkidul bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik. Masyarakat menginginkan pelayanan yang profesional, dan adaptasi teknologi harus terus didorong agar pelayanan semakin mudah diakses,” ujar Bupati.

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, menambahkan bahwa arah pembangunan ke depan telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2026-2045. Landasan ini mencakup 12 indikator kinerja utama seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, ketimpangan sosial, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“RPJP ini menjadi arah visi pembangunan Gunungkidul. Kita fokus pada indikator utama yang mencakup isu strategis, lingkungan, dan keberlanjutan,” jelas Sri Suhartanta.
Baca juga: https://www.gugat.id/gunungkidul-luncurkan-armada-baru-pemadam-kebakaran-dengan-semangat-pewayangan/
Kepala BAPPEDA DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, turut hadir untuk memberikan arahan. Ia menekankan pentingnya mengevaluasi capaian target indikator RKPD 2026 agar sesuai dengan rencana strategis.
“RKPD tahun 2026 merupakan bagian dari capaian target yang harus dicermati. Kita perlu mendorong aspek-aspek yang belum tercapai untuk memastikan target pembangunan berjalan sesuai harapan,” tegasnya.
Acara yang melibatkan perwakilan Forkopimda dan instansi terkait ini menjadi langkah awal penting dalam menyusun strategi pembangunan Gunungkidul. Dengan komitmen bersama, visi Gunungkidul sebagai daerah yang maju dan berdaya saing di era digital diharapkan dapat segera terwujud.
(Redaksi)