Warga Demo Tolak Pengosongan Lahan di Pantai Sanglen: Tuding Pembangunan Tak Sesuai Kesepakatan |

Warga Demo Tolak Pengosongan Lahan di Pantai Sanglen: Tuding Pembangunan Tak Sesuai Kesepakatan

By

Gunungkidul, gugat.id – Sekelompok warga yang mengatasnamakan diri sebagai Sanglen Berdaulat menggelar aksi demonstrasi di kawasan wisata Pantai Sanglen, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, DIY, pada Sabtu (21/12/2024). Mereka menolak rencana pengosongan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan destinasi wisata baru bernama Heha Obelix.

Warga yang berunjuk rasa mengklaim bahwa pembangunan tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya dan dikhawatirkan akan mengganggu lingkungan serta kepentingan masyarakat lokal.

Namun, Kepala Kalurahan Kemadang, Sutono, membantah klaim para demonstran. Ia menegaskan bahwa proses pembangunan telah melalui koordinasi resmi dengan pihak Keraton Yogyakarta dan masyarakat setempat sebelum proyek dimulai.

“Dari 35 orang yang ikut demo, hanya dua yang benar-benar warga asli Sanglen. Selebihnya adalah pendatang yang tidak memahami konteks pengembangan wisata di wilayah ini,” ujar Sutono.

Baca juga: https://www.gugat.id/pemimpin-visioner-dan-inspiratif-pdt-em-r-judowibowo-poerwowidagdo-ma-ph-d-berpulang/

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan destinasi wisata Heha Obelix telah mendapatkan izin dari Keraton Yogyakarta dan direncanakan segera dimulai.

“Pengembangan kawasan ini bertujuan untuk memajukan perekonomian warga setempat melalui potensi wisata yang ada. Kami yakin proyek ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal,” tandasnya.

Aksi demonstrasi tersebut menjadi sorotan, mengingat Pantai Sanglen merupakan salah satu kawasan wisata potensial di Gunungkidul. Meski demikian, polemik terkait pengembangan kawasan wisata ini masih memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!